Via Vallen Goyang Vyanisty di Purworejo

Share Berita Ini!

Reviens Purworejo – Ratusan fans biduan dangdut Via Vallen (Vyanisty), Minggu malam (23/06) tumpah ruah di arena Pasar Rakyat yang digelar oleh Event Organizer Diana Ria Enterprise.

 

Meski panggung sudah diguyur lampu spotlight sejak pukul 20.00 WIB pertunjukan musik live ini sedikit mundur sampai biduan lokal pertama memegang mikropon menyapa para penonton yang sejak awal selalu meneriakkan nama Via Vallen.

 

Mereka sengaja datang dari berbagai kota demi melihat dan berjoget bersama pujaannya. Terlihat dari banner yan mereka usung di depan panggung, Vyanisty Ciamis, Vyanisty Banyumas, Vyanisty Kebumen, Vyanisty Nusakambangan, sampai yang dari jauh seperti Nganjuk, Semarang dan Solo, juga Vyanisty Purworejo dan Kutoarjo setia memenuhi arena Pasar rakyat malam itu.

Berturut turut Vendha membuka dengan lagu Filosofi Kopi, Ku tak Bisa dan Memory Berkasih, dilanjutka oleh Dwi Rahma dengan lagu Jangan Nget-ngetan dan Rembulan, sampai Lydia Tamara, lagu berlirik Jawa, Wega Kelangan dan Kemarin. Para Vyanisty tak henti-henti meneriakkan nama Via Vallen sepanjang jeda 3 biduan ini. Dan benar, begitu yang ditunggu terlihat keluar dari mobil hitam dibibir kiri panggung, ini siap menjadi klimaks konser dandgut di Pasar Rakyat malam Kutoarjo.

“Selamat malaaaaaaam Vyanistyyyy…ada yang dari Nganjuk jauh-jauh sudah datang trima kasiiih, dari Kebumen, banyumas dan tuan rumah Vyanisty Purworejo juga semua Vyanisty yang hadir malam ini!” sapa Via Vallen membakar semangat penonton. Lagu pertama dari Potret yakni Bagaikan Langit sebagai pembuka langsung disambut dengan koor nyanyi bersama, tentunya tak lupa dengan aransemen kendang koplo yang meghentak mengajak berjoget bersama.

Via yang malam itu mengenakan baju atasan sederhana motif kotak berwarna Merah Kelabu mirip Flanel dengan bawahan legging hitam tetap saja dielu-elukan sebagai biduan Super Star malam itu.

Lagu kedua, Cinta Luar Biasa pun mengalir setelah jeda dengan tampilan Via yang komunikatif mengajak obrolan ringan dengan akrab. Seorang Vyanisty tiba-tiba digendong oleh aparat keamanan mendekati bibir panggung. Dengan tangan membawa bingkisan, bocah kecil perempuan yang rambutnya dikuncir ala Ipin Upin itu diterima Via dengan akrab, dan tak lupa foto bareng pujaannya. Sorak sorai diselingi teriakan nyaring menyebut Nama Via Vallen pun segera disambung dengan lagu Pamer Bojo versi Cendol Dawet.

 

Lagu ini memang sudah dinanti para Vyanisty sejak awal. Dan kembali koor nanyi bareng bareng kompak bergema serta komunikasi bersahutan menjadi selingan khas konser Via Vallen.

Satu Nama Tetap di Hati dan Harusnya Aku menjadi dua lagu terakhir tanda berpisahnya para Vyanisty dengan pujaannya yang segera saja menghilang dalam mobil dan meluncur meninggalkan arena pertunjukkan.

 

“Mantap dan seneng mas bisa lihat langsung mbak Via, dan ga sombong bisa salaman dan fto bareng!” kata Vyanisty asal Purworejo, Hendrix (25th). Dirinya memang paling suka dengan musik dandgut kendang koplo dari awal.

Hendrix datang bersama Pandu selalu siap menjadi pasukan Joget sepanjang konser dangdut di Kutoarjo digelar. Besok tangga 6 Juli saya pastikan saya datang lagi pokoknya bisa joget depan panggung sudag fresh banget mas!” tambah Pandu yang menanti biduan Uut Shelly yang terkenal dengan goyang ganasnya. Malam itu semua Vyanisty terpuaskan tanpa adanya insiden perkelahian yang biasanya menjadi bumbu konser dangdut.

 

“Kami bersinergi dengan aparat TNI serta tak kurang menghimbau untuk menikmati acara malam ini dengan rukun dan damai!” kata Kompol Setyoko, Kabagops Polres Purworejo yang malam itu hadir menjaga keamanan. (agam)

Post Author: Agam

Merupakan salah satu Reporter REVIENSMEDIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *