Terkait Pembakaran Bendera PDIP, Dion : “Serahkan dan Percaya Pada Polri!”

Share Berita Ini!

Reviens Purworejo – Dengan mengenakan atribut dan pakaian serba merah, ratusan pengurus dan anggota DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Purworejo merespon kasus pembakaran bendera PDIP saat demo penolakan Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di Jakarta Pagi, Senin (29/6).

 

Sekitar pukul 08.30 WIB Kantor DPC PDIP menjadi titik kumpul untuk mendengarkan arahan dan orasai Ketua DPC PDIP Kabupaten Purworejo, Dion Agasi Setiabudi. Dari sini mereka bergerak ke arah Timur melewati Simpang Tiga dekat Kolam Renang Arta Tirta dengan rapi dan tertib. Saat melintas di sekitar Pasar Baledono, sejenak mereka menjadi perhatian masyarakat dibalas dengan lambaian tangan.

 

“Ini aksi damai, meski banyak yang tersengat emosinya saat melihat pembakaran bendera di televisi, kami buktikan aksi disepanjang jalan tetap tertib dan rapi!” kata salah satu kader bernama Tongki.

 

Setelah melewati perempatan Kantor Pos berbelok ke kiri lurus menuju pertigaan dekat Markas Yonif Mekanis Raider 412/BES Kostrad dan menuju ke Barat berkumpul Di GOR Sarwo Edhie Wibowo.
Selanjutnya Aksi Damai digelar di Mapolres Purworejo, menyerahkan pernyataan sikap dukungan kepada Polri sebagai penegak supremasi hukum dalam mengusut kasus pembakaran bendera PDIP.

 

Orasi dan kecaman keras sempat digelar di sini di bawah arahan Ketua DPC PDIP Kabupaten Purworejo, Dion Agasi Setiabudi. 10 orang perwakilan diterima masuk untuk beraudiensi dengan Kapolres Purworejo, AKBP Rizal Marito. Dalam audiensi, DPC PDIP Purworejo menyerahkan surat pernyataan sikap dukungan kepada kepolisian dalam mengusut kasus pembakaran bendera PDIP.

 

“Kami 100 % percaya kepada Polri mampu mengusut tuntas dan menindak tegas, tak hanya pelaku tapi juga dalang pembakaran bendera!” kata Dion tegas.

 

Dirinya menyatakan bahwa dalam kasus pembakaran bendera PDIP yang disandingkan dengan Bendera bergambar Palu Arit, melanggar UU KUHP Pasal 156, ada unsur provokatif, menyatakan rasa permusuhan dan kebencian teradap suatu atau beberapa golongan masyarakat di muka umum.

 

Partai telah mengambil tindakan konstitusional dengan menempuh jalur hukum. “Serahkan kepada aparat penegak hukum, Polri pasti mampu dan tegas!” tambahnya.

 

AKBP Rizal Marito, Kapolres Purworejo, mengatakan bahwa telah menerima surat dukungan dari DPC PDIP Purworejo kepada Polri terkait penanganan peristiwa pembakaran bendera partai di Jakarta. Surat dukungan tersebut selanjutnya akan disampaikan ke Mabes Polri. “Ya surat dukungan sudah kami terima selanjutnya akan kami sampaikan ke tingkat pusat,” kata Rizal.

 

Kapolres mengapresiasi penyampaian aspirasi tersebut berjalan tertib dan damai. “Menyampaikan aspirasi merupakan hak masyarakat, dan itu diatur dalam undang-undang,” tambah Kapolres.

 

 

Terkait beredarnya video pembakaran Bendera PDIP yang disandingkan dengan Bendera PKI banyak netizen mengecam dan menuntut penanganan serius oleh Polri. “Ini sudah mengarah pada adu domba dan fitnah yang berbahaya, tetap jaga persatua dan kesatuan!” kata akun Leoandro di sebuah Medsos.

 

Seperti yang dilansir oleh sebuah media di dunia cyber, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowopun menanggapi dengan serius, ” ada upaya mendiskreditkan bahwa seolah-olah PDI Perjuangan itu PKI, kami orang beragama, kami juga anti dengan PKI,”
Ia meminta kader PDIP tetap tenang dan tidak terpancing provokasi. (agam)

Post Author: Agam

Merupakan salah satu Reporter REVIENSMEDIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *