Suara Warga Part 1: Dwi Santoso, Kita Harus Bangga Dengan Semangat Gotong-Royong Masyarakat Purworejo

Share Berita Ini!

Reviens Purworejo – Perkembangan warga Purworejo yang positif Covid-19 terus meningkat, hal ini terlihat dari data yang dipublikasikan di website resmi pemerintah Purworejo. Per tanggal 26 April 2020 yang positif telah mencapai 27 orang, dengan rincian 25 dirawat, dan 2 orang telah sembuh.

 

Atas dasar kepritahatinan itu, tim Reviens Purworejo telah mewawancari beberapa warga Purworejo dalam program Suara Warga, dan di bagian satu ini kami telah mewawancari ketua Paguyuban Wayah Bagelen (PWB) Korwil Bagelen, Dwi Santoso. Program ini didasari untuk mengetahui bagaimana tanggapan, dan pandanagan warga terhadap pandemi ini dan bagaimana menurut mereka kinerja pemerintah dalam menangani pandemi yang sedang melanda.

 

Mas bagaimana Anda melihat perkembangan covid-19 ini di Purworejo?

Jawab : Perkembangan pandemi coronavirus di kab.Purworejo secara keseluruhan menimbulkan dampak krisis diberbagai lini.

 

Menurut Anda bagaimana peran pemerintah terhadap penanganan covid-19 di Purworejo? apakah sudah maksimal?

Jawab: Pemkab Purworejo dalam menyikapi pandemi coronavirus sudah berupaya maksimal dalam melaksanakan mitigasi dengan membentuk satgas mitigasi coronavirus dengan mendirikan posko-posko siaga di tempat strategis bahkan sampai ke pelosok-pelosok desa. Ini semua dilakukan dengan cara koordinasi antar lini dengan melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, BPBD, Dinkes, juga relawan atau komunitas.

 

Harusnya pemerintah harus melakukan apa?

Jawab : Kita harus bangga dengan semangat gotong-royong masyarakat Purworejo terutama di pedesaan, namun disisi lainnya kiranya masih ada kendala di pendanaan. Ini masalah klasik dalam hal ini pemerintah kabupaten kurang sigap dalam menganggarkan dana kedaruratan mitigasi.

 

 

Sebagai ketua komunitas apa yang sudah dilakukan paguyuban untuk membantu pemerintah?

Jawab: Kita sudah melakukan langkah-langka konkrit yang bersifat antipatif pencegahan pemutusan penyebaran coronaviris dengan cara sosialisasi tentang protokol kesehatan di masyarskat, berkoordinasi dengan pihak terkait. Selanjutnya kita membentuk tim satgas gabungan mitigasi coronavirus, mulai dengan mendata semua rencana pemerintah desa di dalam mendirikan posko siaga sampai ke pelosok-pelosok juga PWB berusaha memenuhi kebutuhan logistik di posko siaga seperti tempat cuci tangan lengkap dengan handsoap dan hand sanitizer, masker, banner himbauan, brosur protokol kesehatan dan lain-lain dengan cara penggalangan donasi.

 

 

Seberapa penting sinergi pemerintah dan warga dalam menghadapai covid-19 ini? dan peran warga harus seperti apa menurut Anda?

Jawab : Sangat penting sinerginitas antara PWB/ warga dengan pihak terkait dilakukan agar tercapai ketepatan, kelancaran sosialisasi dalam hal ini memanfaatkan kedekatan Laskar Bagelen dengan warga desa se kecamatan Bagelen agar mereka mau mentaati protokol kesehatan.

 

 

Yang dibutuhkan warga untuk melawan covid-19 ini apa? baik dari sektor keamanan, perlindungan, maupun ekonomi?

Jawab : Kejelasan info tentang bahaya coronavirus, tempat, cuci tangan di tempat strategis, masker, logistik untuk petugas posko.

 

 

Menurut Anda apakah masyarakat sudah menumbuhkan kesadaran terhadap kebersihan, mematuhi himbauan pemrintah agar cepat memutus penyebaran covid-19 ini? kalau belum faktor apa yang Anda lihat kenapa masyarakat belum bisa?

Jawab : Belum sepenuhnya mereka menaati protokol kesehatan terutama di masyarakat pedesaan, dan sebenarnya mereka paham bahaya pandemi coronavirus, namun mereka lebih mementingkan pemenuhan kebutuhan ekonomi. Semua dipengaruhi faktor ekonomi, sebenarnya mereka ingin sekali mematuhi himbauan pemerintah terkait pandemi coronavirus namun mereka juga ingin bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup ekonominya

 

 

Harapan kepada pemerintah Purworejo apa?

Jawab: Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait pemutusan penyebaran coronavirus hendaknyalah didampingi juga kebijakan untuk menjaga kebutuhan hidup ekonomi masyarakat agar masyarakat bersedia mematuhi protokol kesehatan. Anggaran-anggaran yang sudah ditetapkan yang tidak urgensi diubah dan langsung dialokasikan ke anggaran mitigasi

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *