STIE Rajawali Purworejo Bagikan Ribuan Masker Di 75 Desa

Share Berita Ini!

Reviens Purworejo – Keprihatinan akan Pandemi Covid -19 membuat banyak elemen masyarakat bersatu padu mendukung anjuran pemerintah, karena bahaya penularan yang diyakini lewat Droplet hanya bisa dilawan dengan kompak dan serentak. STIE (Sekolah Ilmu Tinggi Ekonomi) Rajawali Purworejo sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi di Purworejo menyambut panggilan nurani ini dengan melakukan serangkaian bakti sosial.

 

“Kami terpanggil untuk ambil bagian dalam penanganan Pandemi Covid-19 ini. Mengapa yang kami jadikan target akasi ini lebih banyak di seputar desa, karena kami pikir banyak masyarakat yang tinggal di pedesaan yang terimbas Pandemi Wabah Covid-19 ini. Masih banyak warga yang terlihat di lapangan, jalanan sampai pelosok desa belum sepenuhnya mengenakan masker!” kata Ketua STIE Rajawali Purworejo, Anna Probowati, SE, MM, M.Par kepada Reviens saat ditemui di kampus, Senin (20/4)

 

 

Pada tahap awal sekitar 2000 masker bertuliskan STIE Rajawali Purworejo dibagikan ke desa-desa yang bisa dijangkau, kali ini 75 desa di 16 kecamatan disasar, selama satu minggu termasuk desa sekitar kampus berada, yakni di Jalan Gajah Mada KM 7 Dukuhrejo, Kecamatan Bayan Purworejo. “Ya seputar kampus semua ada 12 desa yang kami sasar dalam aksi sosial berbagi masker!” tambah Adi Sucipto, SE, MM Dosen Manajemen yang mendampingi Anna Probowati.

 

Aksi berbagi ribuan masker ini mendapat sambutan positif dari warga desa, karena mereka memang sangat membutuhkannya. “Masker di pasaran mulai susa dicari kalau toh ada harganya sudah melangit, saya berterimakasih sekali kalau ada yang berbak hati membagi masker kain, bisa kita cuci lagi untuk mencegah penularan virus ini mas!” kata Sariman salah satu petugas Pompa Bensin di kawasan Bayan.

 

Kampus STIE Rajawali Purworejo mengerahkan semua karyawan, mahasiswa, dan dosen untuk menentukan titik mana saja desa seputar mereka tinggal, sehingga akurasi sasarannya relatif tepat sasaran. Kampus yang bernasis Ilmu Ekonomi dan Bisnis ini secara tak langsung juga menjaga komitmen merangkul beberapa UKM (Usaha Kecil Menengah) yang ada di Purworejo.

 

 

Disaat banyak usaha produktif nyaris terhenti diterpa wabah Covid-19 ini, beberapa usaha konveksi justru merasa dihidupi oleh order pembuatan masker kain.

 

“Alkhamdullillah usaha saya yang tadinya produksi kaos dan tas yang otomatis sepi, beralih ke pembuatan masker dan APD (Alat Pelindung Diri) seperti yang dipesan oleh STIE Rajawali Purworejo ini membuat kami kembali bergairah dalam usaha produksi.” kata Ani Yunus pemilik RPS Collection yang bermarkas di kawasan Boro Wetan.

 

STIE Rajawali Purworejo masih mengagendakan aksi senada pada tahap kedua dengan selalu menyuarakan himbuan pemerintah untuk selalu hidup sehat dan bersih saat berbagi masker. “Kami juga membuat film pendek, tik tok, selalu update di Instagram dan facebook yang berisi konten positif untuk mengedukasi dan memerangi penularan Virus Corona, seperti Social Distancing, mengenakan masker, jangan mudik dulu dan work from home!” tambah Anna.

 

Selama Wabah Covid-19 proses belajar mengajar diselenggarakan secara online melalui grup WA, Google Class Room serta Zoom Video Call sesuai jadwa kuliah biasa yakni dari pukul 14.00 – 18.00 WIB sedang untuk kelas malam dar i pukul 18.00 – 22.00 WIB. (agam)

Post Author: Agam

Merupakan salah satu Reporter REVIENSMEDIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *