Shinta Siap Presentasikan Budaya Purworejo dan Indonesia di Amerika

Share Berita Ini!

Reviens Purworejo – Pernak pernik serta gambar yang berbau Negeri Paman Sam bertebaran di kamar Shinta Justicia Dellahrohita di rumahnya, Kampung Pangenrejo, Purworejo. Star Spangled Banner dan Patung Liberty serta kata-kata motivasi dan self reminder dipajang di dinding kamar. Ini salah satu cara Shinta memotivasi diri untuk merealisasikan impiannya, tentunya juga ditindaklanjuti dengan niat dan belajar keras. Dan akhirnya berkat ketekunan dan kegigihannya, impian siswi kelas XII Mipa 6 SMAN 1 Purworejo untuk mengebor ilmu di Amerika terwujud setelah lolos melewati serangkaian seleksi ketat.

Shinta mendapatkan beasiswa penuh untuk mengikuti pertukaran pelajar selama satu tahun ke Amerika Serikat. Dengan didampingi Kepala Sekolah SMAN 1 Purworejo, Padmo Sukoco, , S.Pd, M.Pd, beserta guru Pembina Pertukaran Pelajar, Drs. Hendro Tri Atmojo, Sunardi, M.Pd (Guru Bahasa Indonesia) dan orangtuanya, kemarin, Kamis (22/8), Shinta mohon doa restu dan berpamitan kepada Bupat Purworejo, Agus Bastian, SE, MM di Rumah Dinas Bupati.

Putri kedua pasangan Alip Sudarmanto, S.Sos – Yoyok Tri Wahyuti, SE, M.Pd ini sebelumnya telah membuktikan prestasi dirinya dengan memenangkan berbagai lomba antar pelajar yang cukup bergengsi. Diantaranya, Juara 2 Presenter Nasional yang digelar oleh Ikom Radio Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Juara Debat Bahasa Indonesia Tingkat Kabupaten Purworejo, dan Juara Debat Bahasa Indonesia se-eks Wilayah Kedu. Prestasi inilah sedikit banyak menjadi modal dan kepercayaan diri Shinta untuk tampil dalam persaingan dengan ribuan peminat peserta pertukaran pelajar Indonesia – Amerika.

Shinta memang pantas lolos mengikuti Program Kennedy Lugar Youth Exchange and Study (KL-YES). Sebuah program yang diberikan oleh Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat kepada siswa-siswi SMA/SMK/sederajat, untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Amerika.

Menurut siswi yang bercita-cita menjadi Duta Besar ini, proses meraih beasiswa ke Amerika, yang merupakan impiannya tersebut tidaklah mudah. Dimulai dengan seleksi online yang diikuti 7200 siswa dari seluruh Indonesia, lalu dipilih 500 siswa untuk diseleksi kembali.

Dari jumlah tersebut kembali tersaring menjadi 124 siswa untuk mengikuti seleksi nasional di Jakarta yang meliputi Interview, skill berbahasa Inggris dan Psikotes. Sampai akhirnya Shinta bersama 2 siswa lain dari Jawa Tengah, terpilih menjadi bagian dari 80 siswa se Indonesia yang mendapatkan beasiswa tersebut.

Pasca Tragedi runtuhnya Gedung Menara World Trade Center (WTC) pada tanggal 11 September 2001, di jantung kota New York, Amerika, menjadi kajian dunia, termasuk soal cara pandang Amerika terhadap dunia Islam. Indonesia dalam hal ini sebagai negara yang didominasi oleh waraga negara pemeluk Agama Islam, paling tidak juga menjadi kajian hubungan serius. Dipundak siswi seperti Shinta lah kelak mindset dan cara berpikir Amerika akan negeri yang mayoritas Islam ini akan dilihat sebagai laboratorium negeri yang paling toleran, dihuni oleh berbagai macam etnik, budaya dengan segala macam perbedaa, namun tetap bersatu dalam kedamaian.

Shinta akan tinggal di rumah pasangan Jeremy Roadruck – Autumn dan bersekolah di Miamisburg High School, di Ohio USA. Kurang lebih selama satu tahun Shinta akan mengikuti program tersebut, tepatnya di Kota Miamisburg, Ohio. Dirinya sudah mempersiapkan berbagai perlengkapan yang akan dibawa, mulai dari baju dolalak, batik hingga bumbu-bumbu makanan khas Purworejo yang akan dipresentasikan selama disana.

“Saya mencoba untuk mempresentasikan semua yang positif bisa membuat cara berpikir orang Amerika jadi lebih baik dan jelas, kita tahu pasca tragedi WTC ada rasa takut dan khawatir serta curiga, dengan pertukaran pelajar ini, misi mempresentasikan masing-masing negera dengan perbedaan budayanya paling tidak akan men jadi referensi dalam cara pandang dan membentuk mindset yang lebih baik dan bersahabat ,” terang Shinta.

Kepala Sekolah SMAN 1 Purworejo, Padmo Sukoco menjelaskan bahwa sekolah selalu membuka diri bagi kemajuan anak-anak untuk mengembangkan potensinya masing-masing. Menurut Padmo, hampir setiap tahun siswa SMAN 1 Purworejo mengirim siswa siswinya menjadi duta pertukaran pelajar ke beberapa negara. Baik ke Amerika, Swedia dan yang paling sering ke Jepang. Dirinya berharap setelah kembali ke Purworejo, Shinta dapat mensosialisasikan pengalamannya selama disana kepada siswa lain di Purworejo.

“Harapan kami kepada Shinta bisa membawa dan memperkenalkan budaya Purworejo khususnya di Amerika. Dan saat kembali, dapat menularkan pengalamannya kepada adik-adiknya disekolah,” kata Padmo.

Yoyok Triwahyuti, ibu dari Shinta mengatakan bahwa dirinya telah memberikan restu dan siap berpisah dengan putrinya selama satu tahun untuk menuntut ilmu ke negeri Paman Sam. “Komunikasi kan masih bisa lewat medsos, harapan saya setelah kembali nanti akan menjadi anak yang lebih baik lagi, dan memiliki karakter yang lebih bagus lagi,” kata Yoyok Tri Wahyuti kepada Reviens.

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM merasa turut bangga dengan terpilihnya Shinta satu-satunya siswa dari Purworejo yang bisa mengikuti program pertukaran pelajar ini. Dirinya berharap, agar kesempatan ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menambah pengalaman.

“Desa itu kan era sekarang merupakan bagian dari dunia, perkenalkan dan prsenstasikan Purworejo dengan semua budaya yang ada di dalamnya ke Amerika sana, dan jadikan Purworejo kisah yang menarik di sana!” pesan Bupati kepada Shinta. (agam)

Post Author: Agam

Merupakan salah satu Reporter REVIENSMEDIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *