Purworejo Siapkan Wisata Durian Traveller

Share Berita Ini!

Reviens PurworejoKing of Fruits selalu menjadi obrolan menarik ketika bicara soal buah-buahan. Raja dari buah-buahan yang dimaksud bukan lain adalah Durian. Purworejo salah satu kabupaten penghasil durian lokal puluhan, namun dalam persaingan daya jualnya dan ketenaran, sebut saja Durian Bawor (Banyumas), Durian Petruk (Jepara), Durian Tembaga (Bangka), Montong, Musang King, Duri Hitam, seolah menenggelamkan eksistensi durian lokal asal Purworejo. Padahal Durian lokal Purworejo memiliki cita rasa dan karakter tersendiri.

 

9 kecamatan dari 16 Kecamatan yang ada di Purworejo, tercatat sebagai penghasil buah Durian. 9 Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Bener, Bruno, Bagelen, Gebang, Loano, Kemiri, Kaligesing, Purworejo dan Kecamatan Pituruh. Pohon Durian di sembilan kecamatan ini usianya puluhan bahkan ratusan tahun, dan ukurannya jangan ditanya lagi.

 

Durian Curug usia pohon bisa mencapai 200 tahun dengan ketinggian 40 m, Durian Slengeb umur pohon 280 tahun tinggi 20 m, dan Durian Glagah Indah umur 100 th tinggi 30 m. Masih ada nama-nama lain seperti Sisri, Songkel Laos, Kidang, Si Denok, Gajah Mada dan Gatotkaca, Siwar, Sinongko, Serobyong, Jonggrang, Manten, Pithi yang kecil namun punya cita rasa pahit manis, hingga durian Bagong yang mulai dikenal dalam Festival Durian tahunan.

 

Durian Si Katap telah memiliki sertifikat yang telah dikeluarkan oleh Menteri Pertanian pada tahun 2018, sebagai Durian Unggulan asli Purworejo. Rasanya manis agak pahit getir sedikit, legit, dagingnya kuning dan tebal sehingga biji buahnya kecil dan tipis.

 

Atas dasar ironi ini, Chairul Heryanto (49th) salah satu pencetus kebangkitan Durian Lokal Purworejo, bergerak bersama sama, pembibit, petani, penikmat Durian dan komunitas Durian Traveller mencoba memperkenalkan Durian Lokal Purworejo sekaligus cara alternatif budidaya durian lokal Purworejo tanpa menanti ratusan tahun untuk memanennya.

 

Sepanjang tahun 2018 – 2019 dirinya bersama Muda Ganesha lintas angkatan (alumni SMAn 1 Purworejo) bergerak dan bergerilya membangun jejaring mencoba membangkitkan brand durian lokal Purworejo yang memang harus diperkenalkan ke seluruh antero Indonesia. Sejumlah kegiatan pun digelar termasuk Workshop Budidaya Durian Cantik mengundang pakar teknik sambung Durian, Pak Singgih di Dedalem Tambakrejo Jl. Abdul Jalil RT 01/RW 03 Kelurahan Tambakrejo – Purworejo dan menggelar Focus Group Discussion Durian dan mendatangkan Komunitas Durian Traveller.

 

3 Proyek Nasonal yang mengepung Purworejo, Bendungan Guntur di Kecamatan Bener, Badan Otorita Borobudur yang wilayahnya ada di sebagian Purworejo dan Bandara Internasional Yogyakarta International Airport yang hanya ditempuh beberapa menit dari Jantung Purworejo. Layanan alternatif transportasi kereta juga sudah tersedia di Purworejo. Ketiganya sangat menjadi faktor potensial untuk mensejahterakan warga Purworejo.

 

“Ini peluang potensial saat kita bicara aset marketable bernama Durian Purworejo, kebutuhan pasar durian tak pernah jenuh, Raja Buah ini selalu dicari dan punya nilai jual yang cukup tinggi, berapapun harganya, kecenderungan yang ada di pasar selalu menunjukkan bahwa cita rasa Durian memang pantas dihargai tinggi!” kata Chairul Heryanto meyakinkan.

 

Transportasi bukan menjadi problema serius manakala bandara di depan mata siap mengantar Durian Purworejo ke kota atau ke mana saja menjemput para pembeli dengan daya beli yang cukup menjanjikan. Irigasi dan Destinasi Wisata jelas akan semakin baik dan berkembang di Purworejo. Ini semua harus ditangkap sebagai peluang buat mensejahterakan dan membuat Purworejo makin makmur, termasuk para petani Durian.

 

“Purworejo sudah punya durian dengan cita rasa manis dan rada pahit yang pas ditenggorokan dan durian seperti ini banyak dicari para penikmat Durian nasional!” tambah Chairul.

 

Purworejo merupakan sumber durian namun sebagai masih sebatas durian warisan, durian tanaman kakek moyang, sementara yang disebut ekonomi durian adalah bagaimana mengembangkan durian pilihan yang unggul lalu dikembangkan dan selalu siap sedia saat dibutuhkan penikmat. Perjalanan waktu membawa pada trend wisata durian. Ini kesempatan pas buat branding durian Purworejo.

 

Purworejo harus punya durian spesifik, seperti Banjarnegara yang ternyata sudah 20 tahun yang lalu menyiapkan durian unggulan pilihan. “Pilih durian terbaik dan kembangkan dengan budidaya yang efektif dan efisen, ini akan menjadi ciri dan karakter durian Purworejo yang sangat laku dijual!” kata Sigit dari Durian Traveller.

 

Menurut Sigit, Durian Purworejo cukup bagus manis nya balance, paparan matahari cukup banyak di sini dan bisa dioptimalkan. Dengan Branding mengikutsertakan dalam festiva Durian Tahunan, memang akan mendongkrak nama dan harga. “Cari Duren terbaik dan beri nama, tanpa nama hanya dijual gandengan di grosir. Dan ingat Duren bagus itu harus ada testimony dari khalayak!”

 

“Purworejo harus cepat merumuskan cari 3 atau 5 varietas terbaik, dari ukuran tekstur daging, ukuran biji dan cita rasa, paling tidak sudah fokus disiapkan dan diperbanyak, petani diajarin bagaimana budidaya. dicoba ditempel atau disambung beberapa tahun sudah buah!’ tambah Sigit dari Durian Traveller kepada Reviens.

 

Dengan gerakan mencintai Durian lokal Purworejo dan masukan dari Komunitas Durian Traveller yang hadir di Purworejo, paling tidak membawa cepat atau lambat proses branding durian Purworejo akan segera terwujud, dan Purworejo akan dikenal dengan cita rasa durianya yang berkarakter dan bernilai tinggi.

 

“Kita akan mulai mapping dan mengubah sudut pandang bahwa durian yang premium adalah durian yang marketable, kita perkenalkan durian asal Purworejo ke seantero penikmat durian di mana pun mereka berada!”tambah Chairul.

 

Bersama Bappeda (Badan Perencanaan Pembanguna Daerah) Purworejo dan Komunitas Durian Purworejo, Chairul siap menggelar acara Jumpa darat dan Trip Durian Purworejo dengan target 100 orang melibatkan peserta dari luar Purworejo dan mancanegara. “Insyaalloh kita gelar di pertengahan Bulan Februari saat panen Durian nanti!” (agam)

Post Author: Agam

Merupakan salah satu Reporter REVIENSMEDIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *