Purworejo Kite Festival 2019, Langit Biru Pantai Ketawang Berhias Aneka Layang-Layang

Share Berita Ini!

Reviens Purworejo – Pantai Ketawang yang terus berbenah untuk menyedot daya tarik wisatawan , Sabtu- Minggu (29-30/6) menjadi arena Festival Layang-layang Tingkat Nasional ‘Purworejo Kite Festival 2019’.
Acara tahunan tak pelak menjadi medan magnet ribuan pengunjung. Acara digeber selama dua hari, sekitar 28 ribu pengunjung baik dari Purworejo dan daerah sekitarnya, terlihat memenuhi areal Pantai Ketawang.

 

Cuaca yang cerak dengan suara dan pemandangan debur ombak khas Pesisir Selatan ini sangat pas buat menikmati indahnya langit berwarna Biru dengan angin yang cukup kencang menerbangkan layang layang. Pengunjung dimanjakan indahnya Pantai Ketawang dan dihibur oleh GJ Plus Band yang membawakan lagu-lagu legendaris Koes Plus.

Bupati Purworejo, Agus Bastian, SE MM secara resmi membuka acara ini ditandai dengan menerbangkan layang-layang, yang diikuti puluhan tamu undangan.

“Acara tahunan ini merupakan kegiatan promosi pariwisata. Dengan promosi ini, harapan kita nama Purworejo makin dikenal,” ujar Bupati Purworejo di sela-sela kegiatan. Bupati mengapresiasi berbagai karya layang-layang yang diikutkan peserta dalam festival ini. ‘Sangat variatif dan unik, dilihat dari bentuknya!” kata Bupati kepada Reviens. Layang-layang milik para peserta sudah bagus dan banyak yang spektakuler. Bupati berharap, masyarakat Purworejo untuk ikut berpartisipasi dalam festival layang-layang tahun-tahun mendatang.

 

“Banyaknya antusiasme peserta dari berbagai negara, dan berbagai daerah, maka event ini bisa merekatkan semua bangsa. Insya Allah, tahun 2020 mendatang, kita adakan festival layang-layang tingkat internasional,” ujar Bupati.
Agung Wibowo, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo melalui Dyah Woro Setyaningsih (Kabid Pengembangan Kapasitas dan Promosi Dinas Pariwisata Purworejo), yang juga Ketua panitia pelaksana lomba mengatakan, “Festival layang-layang ini, diikuti oleh 53 club nasional, dua club lokal Purworejo, serta empat negara untuk eksibisi, Malaysia, Malaka, Jepang, dan Swedia. Jumlah layang-layang untuk peserta eksibisi dari luar negeri ini, 9 layang-layang besar!”

Ada lima kategori yang dilombakan, yakni layang-layang dua dimensi, tiga dimensi, tradisional, Train/naga, dan Rokaku.

 

Melalui persaingan ketat, dilakukan penilaian oleh para dewan juri, akhirnya terpilih para pemenang untuk tiap-tiap kategori. Untuk kategori tradisional, juara satu diraih Arku Kite Cilacap, dengan layang-layang berjudul Sinar Pelangi, juara dua, Kepis Muntilan, dengan layang-layang berjudul Abstrak, dan juara tiga dari Adiraja Cilacap, dengan layang-layang berjudul Ijo Daun.

Untuk kategori dua dimensi, juara satu Legong Kite Jakarta (judul Gunungan), juara dua Gumilang Ponorogo (judul Nganter Sekolah), dan juara tiga Cakrawala Cilacap (judul Nalagareng). Pada kategori tiga dimensi, juara satu Panji KC Cilacap (judul Laba-laba), juara dua Cakra Muda Kroya (judul Bakul Penthol), dan juara tiga PPD Riau (judul Becak Freestyle).

 

 

Untuk kategori train/naga, juara satu Tatoo Tulungagung (judul Naga Sosro), juara dua Adiraja Cilacap ( judul Bagasura Ijo), dan juara tiga Grayag Yogyakarta (judul Naga Sang).

Pada kategori rokaku, juara satu diraih Arku Cilacap (judul Naga Hijau), juara dua Fakta Cilacap (judul Potret), dan juara tiga diraih Pegang Magelang (judul Bambu Runcing). Para pemenang, berhak mendapatkan hadiah piagam penghargaan dan uang pembinaan.

 

I like this beach, wind, blue sky n nice people here, maybe next year I ll come here, bring my big kite to the blue sky!” kata Andreas salah seorang wisatawan asal Swedia kepada Reviens. (agam)

Post Author: Agam

Merupakan salah satu Reporter REVIENSMEDIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *