Purworejo Catat Rekor Terbanyak Kandidat Ketua DPC PDIP

Share Berita Ini!

Reviens Purworejo – Boleh jadi Purworejo mencatat rekor jumlah terbanyak kandidat Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ada 17 nama muncul sebagai calon Ketua DPC PDI P Purworejo dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) yang digelar di Hotel Ganesha, Selasa (25/6). Beberapa DPC lain rata-rata hanya memunculkan 3 kandidat saja.

Agustinus Eko Purwantoro, Wakil Sekretaris DPC PDI P Purworejo yang juga Ketua Tim Perekrutan Calon Ketua DPC, mengatakan bahwa Rakercab ini digelar sebagai rangkaian proses konsolidasi partai, sesuai hasil Rakernas di Jakarta 19 Juni lalu. Salah satu putusan dalam Rakernas yakni percepatan Kongres PDIP, yang semula akan digelar 2020 dipercepat rencananya pada 8 Agustus 2019.

“Salah satu persyaratannya (percepatan Kongres) adalah sudah terbentuknya kepengurusan atau ketua DPC, ketua DPD, maupun ketua umum DPP PDIP. Sehingga diselenggarakan Rakercab ini,” kata Eko kepada Reviens.

 

Agustinus Eko Purwantoro

Meski demikian, lanjutnya, agenda Rakercab ini bukan pemilihan ketua DPC. Sesuai aturan partai nomor 28 tahun 2019, Rakercab merupakan proses konsolidasi dengan salah satu agenda penyampaian usulan nama-nama calon ketua DPC PDIP periode 2019-2024. Rakercab diikuti seluruh jajaran pengurus DPC, para ketua sekretaris bendahara (KSB) PAC se-Kabupaten Purworejo, dan anggota DPRD Purworejo Fraksi PDIP.

Dalam Rakercab ada 17 kandidat calon ketua DPC yang muncul, berdasarkan rapat kerja cabang. “Sebelumnya, Pimpinan Anak Cabang (PAC) di setiap kecamatan sudah melakukan proses rapat kerja anak cabang untuk penyampaian pengusulan nama-nama ketua DPC Kabupaten Purworejo. Dari sini muncul 17 kandidat,” tambah Eko.

Semua 17 nama yang disampaikan kepada DPC tersebut, selanjutnya akan disampaikan ke DPP melalui DPD sesuai peraturan partai. Proses selanjutnya, penentuan ketua DPC akan ditentukan oleh DPP.
“ Ada beberapa kriteria untuk mencari ketua terpilih yakni dengan melihat performance (kinerja), prestasi, dan paling tidak pernah menjabat di struktural partai selama 5 tahun. Proses ini dilakukan secara objektif bukan berdasar faktor suka atau tidak suka, dan penentuan oleh DPP. Ada pasal yang mengatur di PP (Peraturan Partai) nomor 28 tahun 2019,” Eko mengingatkan.

Dalam kesempatan ini hadir pula Anggota DPRD Jawa Tengah dari PDIP asal Dapil Jateng IX, Peni Diyah Perwitosari, S.Sos memantau dan mengapresiasi proses penjaringan kandidat. Seluruh 16 PAC mempunyai hak mengusulkan dan semua diakomodir. Banyaknya kandidat ini menurut Peni justru membuktikan proses demokratis yang baik.

Peni Diyah Perwitosari, S.Sos

“Ini bukan pemilihan tapi usulan, nanti putusan oleh DPP, karena kita menuju partai modern, sudah gak jaman lagi setiap pemilihan kita bergejolak, sekarang sudah tidak,” katanya. Peni berharapan, dengan banyaknya calon ini, makin banyak pula alternatif pilihan tentunya terbaik dari yang baik, namun tetap berdasar kriteria yang digariskan.

Dari 17 kandidat tersebut hanya terselip satu nama perempuan, yakni Istiningsih. Nama Luhur Pambudi pun masih bertengger dalam daftar nama kandidat pemilihan ketua DPC. Menanggapi hal ini , Peni menyatakan,”PDIP tak pernah bedakan soal gender, perempuan tak hanya pelengkap, PDIP selalu welcome soal kesetaraan gender!” tambahnya. Peni memang mengagendakan kunjungan di beberapa kabupaten sehubungan dengan konsolidasi partai berlambang Kepala Banteng Moncong Putih. “Hari ini dua agenda kunjungan di Purbalingga dan Purworejo, besok di Wonosobo, Temanggung dan Magelang. Rakercab diajukan karena kongres juga maju, pengurus paling tidak sudah terbentuk sebelum pelantikan presiden, sehingga akan lebih fleskibel menata partai!” kata Peni mengakhiri obrolan. (agam)

Post Author: Agam

Merupakan salah satu Reporter REVIENSMEDIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *