Pendidikan Akhlak dan Karakter Menjadi Nilai Lebih Madrasa

Share Berita Ini!

Reviens Purworejo  – Bu Guru Zuhriatul Munawaroh boleh sedikit berbangga dengan melihat fenomena antusiasme masyarakat menyekolahkan putra putrinya ke Madrasah. Pandangan awam yang kerap melihat dengan sebelah mata dan menganggap madrasah sebagai “sekolah buangan” kini perlahan namun pasti mulai berubah.

“Siswa siswi kami juga mampu bersaing dalam lomba olah raga dengan Sekolah dasar lain dan kami buktikan mereka mampu keluar sebagai pemenang di beberapa cabang olah raga seperti Renang, Sepak Takrauw dan Sepak Bola!” kata Zuhriatul bangga saat ditemui Reviens, Sabtu (6/7).

Madarasah Ibtidaiyah Negeri 3 ini memiliki siswa ratusan yang terbagi dalam kelas paralel A dan B dari kelas I sampai VI ini terus mengejar prestasi dan berani bersaing dengan sekolah dasar negeri lainnya.

 

Animo masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya di sekolah madrasah terlihat semakin meningkat. Pendidikan akhlak atau karakter menjadi nilai lebih strategi sekolah madrasah dalam menjawab tantangan jaman yang semakin permisif.
Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Purworejo, Miftah Zarkasi, menyatakan kabar baik itu saat menghadiri Akhirussanah siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Purworejo di Ballroom Hotel Plaza Purworejo.

“Alhamdulillah akhir-akhir ini madrasah dari hari ke hari mendapat kepercayaan masyarakat. Dari tahun ke tahun animo masyarakat meningkat. Bahkan ada madrasah yang bukan lagi menjadi alternatif tapi pilihan utama,” ungkap Miftah.

Menurutnya, semakin meningkatnya animo masyarakat terhadap madrasah karena lembaga pendidikan ini mempunyai visi misi yang tidak hanya membuat peserta didik pintar tetapi juga menekankan pendidikan akhlak atau membangun karakter yang baik. Pihaknya juga berharap MIN 3 Purworejo bisa menjadi ikon madrasah di Purworejo.

“Dengan visi misi yang jelas dan tidak hanya memintarkan tapi pintar dan bener (benar/baik). Menjadi orang-orang yang sholeh, orang yang baik terhadap Allah dan terhadap sesama. Sehingga seimbang, tidak hanya memintarkan tapi juga menjadikan anak yang sholeh sholehah,” jelasnya.

Disebutnya, pada tahun ajaran 2018/2019, lulusan madrasah sebanyak 717 orang dari 48 lembaga. Angka ini meningkat dibanding tahun ajaran sebelumnya. Selain peningkatan jumlah siswa yang signifikan, madrasah juga mengalami peningkatan atau penambahan lembaga. “Tahun kemarin, 2018, ada delapan madrasah baru, kalau tahun ini baru satu,” tambahnya.

Sebanyak 22 siswa kelas VI MIN 3 Purworejo yang telah lulus dilepas dan diserahterimakan kembali kepada orang tua. Pelepasan dan serah terima dilakukan oleh Kepala MIN 3 Purworejo, Dani Restiaji. Selain dihadiri para orang tua wali murid, acara juga dihadiri Pengawas MI, Ketua Komite MIN 3 beserta anggota, Kepala Kelurahan setempat, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Acara juga dimeriahkan dengan penampilan kesenian oleh para siswa adik-adik kelas. Antara lain berupa Tari Merak, gerak dan lagu, nasyid, menyanyi solo, dan tari ndolalak. Selain itu juga dilakukan pemberian penghargaan bagi delapan siswa dengan nilai terbaik.

Kepala MIN 3 Purworejo, Dani Restiaji, berpesan kepada para orang tua untuk melanjutkan mendidik putera puterinya. Selama enam tahun mereka telah dididik di MIN 3 Purworejo dan ke depan masih jauh yang harus dihadapi.

“Prestasi akademik nilai yang didapat bukan tujua akhirl, melainkan sebagai bagian dinamika membangun putra puteri, sehingga jangan berhenti di sini. Enam tahun selama mengebor ilmu di sini adalah merupakan momentum awal yang baik untuk putra putri Bapa Ibu,” tambah Dani mengingatkan. (agam)

Post Author: Agam

Merupakan salah satu Reporter REVIENSMEDIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *