PCNU Purworejo Mendapat Bantuan Mobil Ambulance

Share Berita Ini!

Reviens Purworejo – Bertempat di Gedung Pertemuan NU Purworejo, telah berlangsung acara serah terima Mobil Ambulance untuk Pimpinan Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Purworejo, Sabtu (1/2).

 

Anggota DPR RI, Abdul Kadir Karding menyerahkan secara langsung kunci dan surat kendaraan mobil Daihatsu Grandmax bernopol AA 1975 HL
Mobil Ambuance ini merupakan kepedulian sosial perusahaan (corporate social responsibility/ CSR) dari PT Pertamina. Dengan pertimbangan kebutuhan dan fungsi mobil ambulan untuk umat serta sangat dibutuhkan untuk pelayanan sosial bagi masyarakat, khususnya di bidang kesehatan, maka sudah semestinya CSR memberikan yang terbaik.

 

“Sebagai wakil rakyat mewakili Dapil eks wilayah Kedu termasuk Purworejo sudah tentu saya akan memberikan yang terbaik pula untuk Purworejo, semoga Mobil Ambulance ini bisa memberikan manfaat dan kontribusi positif buat warga NU dan masyarakat Purworejo!” kata Karding kepada Reviens.

 

Sementara itu menurut Habib Soleh, Wakil Ketua Tanfidiyah PCNU Purworejo, kebutuhan akan mobil ambulan tersebut sangat mendesak “PCNU baru memeiliki dua Mobil Ambulance untuk melayani masyarakat yang tersebar di wilayah 16 Majelis Wakil Cabang (MWC) di 16 kecamatan se-Purworejo!” katanya.

 

Menurutnya, selain tiga ambulan yang saat ini dikelola PCNU, idealnya di setiap MWC juga memiliki satu ambulan.

 

“Idealnya selain ada tiga yang dikelola PCNU, dari Lazisnu dari PCNU dan dari Pak Karding, masing-masing MWC juga ada satu. Saat ini MWC yang punya ambulan baru satu yakni Kemiri, yang lain belum punya,” imbuhnya.

 

Serah terima Mobil Ambulance tersebut diterima oleh Rois Syuriah PCNU Purworejo, KHR Abdul Hakim Hamid, dan dihadiri pula oleh jajaran pengurus PCNU Purworejo. PCNU Purworejo juga masih mengagendakan Islamic Center, ke depan Purworejo akan lebih lengkap memiliki fasilitas terbaik, termasuk Rumah Sakit.

 

 

Karding mengingatkan, “Di era demokrasi serba terbuka sulit bendung perilaku yang tumbuh, baik itu karena gagasan pemikiran atau sikap tertentu sulit.. biarin aja yg penting penanganannya. Yang ditangani adalah pelanggaran hukum dugaan penipuannya. Intelijen kita daerah Kab Purworejo lebih mawas lagi!”

 

Kasus Keraton Agung Sejagad ini lebih ke dekat dengan kinerja Komisi III dugan penipuan ya ke polisi. Menurutnya tak bisa seenaknya orang bikin perkumpulan untuk menipu, di era medsos banyak modus kejahatan makanya masyarakat diharap waspada. “Saya ga yakin ini gerakan makar, wong tak punya pasukan!” tambah Karding. (agam)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *