Pantik Inovasi Pengolahan, Dinas PPKP Purworejo Gelar Lomba Masak Ikan

Share Berita Ini!

Reviens Purworejo – Kabupaten Purworejo merupakan salah satu daerah di Propinsi Jawa Tengah yang mempunyai potensi kelautan dan perikanan yang cukup besar, khususnya bidang pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Hampir di setiap wilayah kecamatan di Kabupaten Purworejo, terdapat unit usaha pengolahan berbahan baku ikan, meskipun saat ini sebagian usaha mereka masih tergolong sederhana dan berskala home industry. Optimisme ke depan dengan adanya agenda pembinaan yang intensif dan berkesinambungan, usaha tersebut mempunyai prospek yang menjanjikan, dan menjadi usaha lebih maju yang mandiri.

Salah satu alternatif untuk memantik hal tersebut, sebuah kegiatan bertajuk Lomba Masak Ikan digelar oleh Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (PPKP) Purworejo, (24/10) di Gedung Aula setempat. Sekitar 20 peserta yang terdiri dari Kelompok Pengolah dan Pemasaran (Poklahsar), Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan dinas, dan Tim Penggerak PKK, beradu kemahiran berimprovisasi mengolah masakan berbahan utama Ikan Lele (masakan olahan kering) dan Ikan Gurami (masakan olahan basah).

 

 

“Nilai tambah ikan olahan lebih meningkat dibanding menjual ikan mentah. Dari lomba ini diharapkan muncul inovasi pengolahan masakan berbahan ikan dari yang sudah ada”, kata Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Dinas PPKP Purworejo, Eko Paskiyanto, API MM yang didampingi Kasi Usaha dan Daya Saing, Mustopo, ST kepada Reviens.

Dari lomba ini muncul inovasi olahan yang memang berbeda dari olahan mainstream yang sudah ada, menjadi salah satu poin dari juri untuk dipilih sebagai pemenang. Dari cita rasa, display (cara menampilkan hasil olahan), dan inovasi merupakan akumulasi poin yang akan dikumpulkan para peserta. Dari sini muncul olahan berupa Nugget, Egg Roll, Sosis, Stick Crispy dan Abon.
“Bahkan untuk olahan ikan yang paling optimal bisa sampai pada tingkat Zero Waste, dimana semua yang ada pada ikan bisa diolah menjadi bahan makanan tanpa sisa, tulang belulangnya saja bisa diolah menjadi kerupuk, ini sangat inovatif sekaligus meningkatkan nilai olahan ikan!” tambah Eko Paskiyanto.

 

Dalam sambutannya, Kepala Dinas PPKP Purworejo, Ir. Bambang Jati Asmara, MT, MA mengatakan bahwa perkembangan kelompok yang bergerak dibidang pengolahan dan pemasaran dari tahun ke tahun menunjukkan perkembangan yang baik. Pada tahun 2019 tercatat sebanyak 57 kelompok yang begerak di bidang pengolahan dan pemasaran tersebar di 16 wilayah kecamatan, dan jumlahnya menunjukkan trend positif meningkat.

“Kami akan terus mendorong dan mendukung usaha yang sudah ada, menjadi lebih mandiri sehingga nantinya akan memberikan nuansa tersendiri bagi Kabupaten Puworejo.” tambah Bambang Jati.

 

Acara ini sekaligus sebagai persiapan untuk memperingati Hari Ikan Nasional yang jatuh pada tanggal 21 November mendatang. Untuk kategori menu keluarga, KWT Nurul Hidayah asal Desa Kemiri Kidul (Kecamatan Kemiri) berhasil meraih Juara I, disusul TP PKK Kecamatan Butuhdan TP PKK Kecamatan Grabag sebagai Juara III. Sementara itu untuk kategori menu kudapan, Juara I diraih leh Poklahsar IIM Garden dari Desa Rejosari Kecamatan Kemiri, Juara II Poklahsar Ulam Jaya asal Desa Kaliwungu Kecamatan Bruno, dan Juara III Poklahsar Salsa Mina Lestari asal Desa Sumbersari Kecamatan Banyuurip. Satu peserta yang kedapatan menggunakan zat aditif MSG (Mono Sodium Glutamat) mendapat peringatan dan poin rendah. “Kami lebih mengedepankan bumbu yang alami untuk menghasilkan makanan dan olahan yang sehat, para juri yang sudah ahli di bidangnya bisa tahu dari cita rasanya, mana makanan yang mengandung zat aditif dan yang sehat!” tambah Eko menutup obrolan. (agam)

Post Author: Agam

Merupakan salah satu Reporter REVIENSMEDIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *