Paguyuban Muda Ganesha Mantapkan Purworejo Sebagai Kota Pejuang

Share Berita Ini!

Reviens Purworejo – Setelah serangkain kegiatan seperti, Deklarasi Purworejo Kota Pejuang yang dilakukan, Napak Tilas Perjuangan Tentara Pelajar, Renovasi Taman Makam (TMP) Tentara Pelajar di Desa Wareng dan Lomba Paduan Suara, Paguyuban Muda Ganesha kembali memantapkan Purworejo sebagai Kota Pejuang.

 

Usaha membranding Purworejo Kota Pejuang terus dilakukan secara terus menurus dengan semangat meneruskan-perjuangan para pahlawan dan mengisi kemerdekaan. GOR WR. Soepratman dipenuhi ribuan tamu undangan dari berbagai komunitas, pejabat Forkopimda Purworejo, Pemprov Jateng, BUMN/BUMD, tokoh masyarakat, seniman, dan para Muda Ganesha (Alumni SMA N 1 Purworejo) dari berbagai angkatan, bahkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pun hadir, saat Pagelaran Peringatan Hari Pahlawan 2019, Minggu (10/11) mengusung spirit kepahlawanan.

 

Atsmosfirnya terasa sekali, para pahlawan berdarah Purworejo seolah hadir meski dalam bentuk lukisan karya Prapto Efendi. Menyaksikan generasi penerusnya berjanji dan bersepakat untuk terus berjuang mengisi kemerdekaan yang telah mereka perjuangkan dengan darah dan nyawa.

 

Di panggung yang disiram oleh warna warni Lampu Spot Light dan asap dry ice, anak-anak muda yang tergabung dalam Sanggar Tari Prigel mengekspresikan dirinya dalam seni tari, peran dan puisi dalam satu pegelaran tari yang diberi judul Napas Juang. Sementara Grup Karawitan Sumunar mengusung irama pembeda yang sangat menghibur di tengah tekanan dan godaan budaya musik asing yang terus menggempur.

 

 

“Purworejo dianugerahi banyak pejuang dan pahlawan besar. Secara historis banyak pejuang lahir dari sini berjuang untuk kemerdekaan NKRI. Tak sembarang kota punya tokoh-tokoh besar seperti Purworejo. Harus kita syukuri dan sadari kita semua punya darah keturunan pejuang. Untuk era kini, Pejuang tak hanya perang lawan penjajah, tapi juga perangi kemiskinan dan kemalasan buat Purworejo agar lebih maju dan sejahtera.” kata Drs. Dwi wahyu Atmaji, MPA, Ketua Umum Paguyuban Muda Ganesha bersemangat saat ditemui Reviens.

“Kalau kita bicara Purworejo sangat menarik, kecuali banyak pahlawan lahir dari sini, mestinya ada diaspora Purworejo yang mau bersedia kembali ke sini mengubah sebutan kota Pensiunan. Purworejo yang harus melompat dan bangkit, kita lihat semangat anak-anak di panggung ini, mereka representasi dari cinta NKRI dan semangat pahlawan dan semangat untuk maju!” kata Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah bersemangat.

 

Lagu Pancasila Rumah Kita sebagai akhir pertunjukan yang dilantunkan oleh oleh siswa SD bernama, Wimar Wibisono mendapat sambutan meriah dari orang nomor satu di Jawa Tengah ini, menjadikan dirinya mendapat hadiah berupa Bola Sepak dan Sepeda.

 

Sementara itu Yudi Latif, PhD dalam Tausiyah Kebangsaan menyatakan kekagumannya bahwa kesan pertama tentang Purworejo. “Purworejo yang Impresif terlihat sebagai noktah kecil dalam semesta keindonesiaan tapi punya jejak panjang dan kontribusi besar dalam sejarah Indonesia. Purworejo memberi sumbangan hard power dan soft power, kekuatan perangkat keras dan lunak, lahirkan tokoh tentara yang sangat monumental Jend Oerip Soemoharjo, kreator arsitektur organisasi tentara Indonesia.

 

Dalam kekuatan lunaknya Wage Rudolf Soepratman mencipatakan lagu setelah mendapat inpsirasi dari Ki Hajar dwawatara. (Suwardi Suryaningrat) sebagai pemantik kekuatan moral dan Indentitas bangsa merdeka. Sebuah paduan perjuangan yang saling mengisi dalam sejarah Kemerdekaan Bangsa Indonesia.

 

Pesan moral yang bisa diambil dari sejarah nyata itu, kita tak boleh kehilangan harapan. Melihat realita dan peta kekuatan global sulit merdeka, saat itu negara besar Jerman, Jepang dan Itali lawan AS dengan sekutunya bertempur, saat itu pula Indonesia sedang dalam cengkeraman penjajah Belanda. Tapi para pahlawan bangsa tak pernah kehilangan harapan, dan banyak diantaranya berasal dari Purworejo yang impresif ini.

“Kepahlawan maknai lah dalam arti yang positif, saya apresiasi anak-anak yang bertalenta tadi di panggung dengan aktualisasi seninya!” tambah Yud Latif.

 

Di penghujung acara, penyanyi senior, Dewi Yul dengan iringan Gradasi band menghibur melantunkan, lagu-lagu seperti Indonesia Tanah Air Beta, Sepasang Mata Bola, Poco-Poco, sesekali mengajak bergoyang bersama dengan lagu Dangdut, Terajana dan lain-lain.

 

“Ini hari spesial buat kamu bisa bertemu bersama rekan-rekan Muda Ganesha berbagai angkatan, kangen terbayar dengan banyak oleh-oleh, ilmu dari Bapak Yudi Latif, Pak Ganjar Pranowo, Pak Ketua Paguyuban MG, Pak Atmaji dan junior semua, semoga kita semua bisa memberi kontribusi terbaik buat Purworejo ke depannya dengan mencontoh semangat para pahlawan!’ kata Wawan salah seorang Muda Ganesha kepada Reviens. (agam)

Post Author: Agam

Merupakan salah satu Reporter REVIENSMEDIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *