Optimalkan UPK BKAD, Sebagai Ruh Pemberdayaan Masyarakat

Share Berita Ini!

Reviens Purworejo – Pandemi Covid-19 banyak disebut sebut sebagai penyebab terpuruknya perekonomian dan usaha produktif semua kalangan pelaku bisnis. Termasuk kredit macet usaha simpan pinjam. Sekitar 80 an undangan dari 14 Kecamatan di Purworejo hadir dalam Rakor Forum UPK BKAD dan Halal Bihalal di Rumah Makan ABK Purworejo pada Hari Senin (22/6).

 

Forum ini utamanya memiliki roh pemberdayaan masyarakat, bukan mengedepankan pencarian keuntungan. “Forum ini merupakan momentum mencari solusi lewat sharing atas problema yang ditimbulkan oleh terhentinya roda perekonomian akibat Pandemi Covid-19!” kata Singgih Bayu Aji, SS, SE, Ketua Forum Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kabupaten Purworejo kepada Reviens.

 

 

Wakil Bupati Yuli Hastuti SH mengatakan, salah satu kunci keberhasilan tugas Unit Pengelola Kegiatan Badan Kerjasama Antar Desa (UPK-BKAD) yakni kedisplinan para peminjam dalam pengembalian dana. Sehingga dana bisa terus bergulir dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan dana untuk usaha ekonomi produktif. Pengelolaan UPK-BKAD, agar dimaksimalkan utamanya untuk kesejahteraan masyarakat.

 

Hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermasdes) Kabupaten Purworejo Agus Ari Setyadi SSos, Ketua Forum BKDAPM Drs Sartono, dan pengurus Sri Susilowati SE.

 

Keberadaan UPK-BKAD bisa menangkal keberadaan rentenir atau lintah darat, yang selama ini seringkali menjerat warga masyarakat yang terdesak oleh kebutuhan ekonomi. Juga melalui Rapat Koordinasi UPK BKAD, nantinya bisa menjadi wahana untuk menyamakan persepsi, berbagi informasi sekaligus memecahkan persoalan-persoalan yang mungkin timbul dalam pengelolaan program ini.

 

“Program UPK BKAD sebagai salah satu upaya pemerintah untuk memberdayakan masyarakat melalui kegiatan pembangunan desa. Sehingga melalui program ini, diharapkan akan mampu memacu pertumbuhan ekonomi, mendorong kemajuan di berbagai bidang kehidupan, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harap Yuli Hastuti.

 

 

Menurut Ketua Forum BKDAPM Drs Sartono, Rakor UPK BKAD ini mengambil tema mempererat tali persaudaraan untuk mewujudkan DAPM yang tangguh ditengah Pandemi Covid-19. Rakor ini untuk melihat kembali apa saja kegiatan yang sudah dilaksanakan dan yang belum dilaksanakan. Pelaksanaan program UPK BKAD juga mengalami penurunan, karena adanya Pandemi Covid-19. Termasuk rapat koordiansi UPK BKAD se kabupaten, baru bisa dilaksanakan sekarang ini, setelah Pemerintah Kabupaten Purworejo menerapkan new habit (aktfitass kebiasaan baru).

 

UPK BKAD yang bergerak dibidang perekonomian, maka butuh semangat dan inonvasi baru, kususnya tahun 2020 ini. Harapannya dengan inovasi, supaya tidak terlalu jatuh, tapi bisa bertahan. “Diawal merebaknya wabah Covid-19, Forum BKDAPM dan Forum UPK juga melakukan bhakti sosial penanggulangan covid-19 antara lain membagikan alat pelindung diri (APD) berupa baju, face shield, handsanitizer, dan sabun cuci tangan,” kata Sartono mengakhiri wawancara. (agam)

Post Author: Agam

Merupakan salah satu Reporter REVIENSMEDIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *