Masuk Bui Gara-Gara Peras dan Aniaya Teman Istri

Share Berita Ini!

Reviens Purworejo – Pertemuan dengan teman masa remaja, saat sama-sama mengebor ilmu di bangku sekolah menengah pertama, membuat Srt (22th), warga Munggangsari, Grabag kembali bernostalgia. Lv (22th) yang saat itu masih gadis dan sangat akrab dengannya diajak bepergian menikmati nostalgia masa remaja. Namun kepergian mereka berbuntut panjang, setelah suami Lv, yakni Tgy (34th), warga Desa Sumberagung, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, mengetahui keduanya. Srt pun di panggil untuk dimintai keterangan, dan dalam kondisi emosional, terjadilah penganiayaan.

 

“Saya emosi dan menawarkan perdamaian dengan korban, dengan syarat membayar denda Rp. 60 Juta!” kata Tgy kepada Reviens di depan aparat Satreskrim Purworejo. Tgy terpaksa berurusan dengan polisi. Dengan dugaan telah melakukan pemerasan dan penganiayaan. Peristiwa pemerasan dan penganiayaan tersebut, terjadi di rumah Linda Novitasari, Desa Duduwetan, Grabag, Rabu (13/2), sekitar jam 20.00 WIB.

 

“Peristiwa ini diawali dengan kepergian korban bersama seorang saksi, mengajak pergi Lv, istri tersangka,” jelas Kapolres Purworejo, melalui Kasatreskrim AKP Haryo Seto Liestyawan, SH, MKrim, Jum’at (2/8) kepada Reviens.

 

Tgy kemudian mengontak korban via ponsel untuk datang ke rumah Marinten, ibu dari Lv. Sesampai di TKP, korban diberonong dengan pertanyaan yang intinya bahwa korban telah membawa istrinya bepergian. “Kamu kemarin bawa istriku kemana?”

 

Merasa dilecehkan harga dirinya, Tgy naik pitam dan tanya banyak bicara lagi melakukan penganiayaan terhadap korban. Tgy memukul bagian wajah dan kepala beberapa kali dengan tangan kosong, menendang leher sampai terjatuh dan sesekali menginjak perut korban, meskipun korban mengaduh dan sudah minta maaf.

 

“Tersangka mengajukan damai namun dengan syarat, minta uang damai Rp 60 juta. Jika tidak dibayar, korban diancam akan dianiaya lagi ,” tambah Haryo Seto, didampingi Kasubbag Humas Polres Purworejo, Iptu Siti Komariah.

 

Karena ketakutan korban menyatakan siap membayar Rp. 60 Juta dan membubuhkan tanda tangan bermaterai dalam surat kesepakatan. Namun perlakuan dan rasa sakit serta merasa keberatan atas pembayaran uang dengan dibawah tekanan, membuat korban berani untuk melaporkan kasus penganiyaan dan pemerasan ini ke aparat kepolisian.

 

Aparat kepolisian menyita sejumlah barang bukti, antara lain,
satu lembar Surat Kesepakatan Bersama, satu lembar kwitansi pembayaran sejumlah Rp 60 juta, uang tunai sebesar Rp 3.650.000,-, satu buah baju lengan panjang merk Cardinal warna biru, serta satu buah kaos lengan pendek mers corliss motif garis-garis warna coklat crem.

“Tersangka kita jerat dengan pasal 368 KUHP dan 351 KUHP tentang pemerasan dan atau penganiayaan, dengan ancaman penjara maksimal 9 tahun dan 2 tahun delapan bulan,” pungkas Haryo Seto.

 

Surat Kesepakatan Bersama sebagai simbol perdamaian bersyarat itu dinyataan tak berlaku demi hukum. Tgy harus meringkuk dalam dinginya tembok tahanan Polres Purworejo untuk mempertanggungjawabkan tindakannya. (agam)

Post Author: Agam

Merupakan salah satu Reporter REVIENSMEDIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *