Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kutoarjo Ukir Prestasi di JAMPAS 2019

Share Berita Ini!

Reviens Purworejo – Sebanyak 139 anak dari seluruh Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Se-Indonesia atau 33 LPKA di Indonesia mengikuti Jambore Pemasyarakatan Anak Sejahtera (JAMPAS) 2019 DI Lapangan Lapas Kelas II A Tangerang, 2-4 Agustus. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada tgl 23 Juli lalu dan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-74 .

Kontingen Pramuka Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kutoarjo berhasil meraih predikat terbaik ke II dalam JAMPAS tahun ini, bahkan salah satu anak binaan, yakni Sindhu Hediansyah beruntung mendapat Beasiswa Sarjana dari sponsor PT. Holcim. Sindhu memang dikenal memiliki beberapa kecakapan, yakni aktif mengikuti pembinaan dengan baik dan punya skill bermain Gitar, juga semangat mengikuti program kejar paket B2.

“Beberapa kriteria penilaian alkhamdullillah bisa dilakukan penuh oleh anak-anak dengan baik meliputi, keaktifan, kecepatan, kekompakan tim juga dalam beberapa game yang digelar dalam Outbond, semua dilewati dengan lancar!” kata Dedy W, pendamping yang juga menjabat Pengelola Pembinaan Kepribadian LPKA Kutoarjo, kepada Reviens saat ditemui di kantor, Kamis 8/8.

LPKA Kutoarjo mewakili Kanwil Kemenkumham Jateng, dengan menurunkan enam anak Pramuka LPKA dalam acara tersebut.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kemenkumham menggelar Jambore Pemasyarakatan Anak Sejahtera (Jampas) 2019 bahkan sukses memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori penyelenggaraan jambore dan pentas seni anak yang berlangsung serentak di 33 Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) seluruh Indonesia.

Mengusung tema “Membangun Generasi Muda yang Berkarakter”, Jampas yang digelar ini untuk meningkatkan kapasitas diri anak menjadi generasi muda Indonesia yang unggul, hebat, kreatif dan inovatif, sekaligus membangun kerangka kebhinekaan dalam suasana riang gembira dan penuh keakraban.

Kepada jajaran Ditjenpas, Menkumham Yasonna H Laoly mengatakan, sudah seharusnya hak anak untuk mengekspresikan diri dalam kegiatan-kegiatan edukatif, kreatif, inovatif dan interaktif di alam terbuka bisa diberikan. Ia pun sangat mengapresiasi inisiatif Ditjenpas dalam penyelenggaraan Jampas.

Dirjenpas Sri Puguh Budi Utami mengatakan, optimalisasi revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan juga mencakup perlakuan baik terhadap tahanan dan narapidana, termasuk perlakuan terhadap anak di LPKA. Utami mengingatkan kembali jajarannya untuk mengutamakan prinsip pemenuhan hak anak. Meliputi hak identitas, pendidikan, kesehatan, serta partisipasi dalam pembangunan guna menjamin keberlangsungan hidup dan tumbuh kembang anak di LPKA.

“Harus disadari bahwa anak di LPKA pun merupakan bagian dari anak-anak Indonesia yang harus dihormati, dihargai, dijamin hak-haknya tanpa diskriminasi. Sedapat mungkin harus dipenuhi segala hal yang terbaik dalam proses tumbuh kembangnya,” kata Utami.

“Jampas yang digelar dalam bentuk Perkemahan Jumat-Sabtu-Minggu (Perjusami) itu diisi beragam kegiatan. Misalnya pemberian beasiswa bagi tiga anak berprestasi terpilih, peresmian empat rumah ibadah, hingga coaching clinic sepakbola oleh Rahmad Darmawan. sharing dan pemberian motivasi dari Dik Doank, wawasan kebangsaan dari kodim 0506 Tangerang..” tambah Dedy.

Berikut hasil kejuaraan Jambore itu, berhasil meraih sebagai Juara ke-1 disabet tuan rumah LPKA kelas 1 Tangerang, juara 3 LPKA Manokwari, juara harapan 1 LPKA palembang, juara harapan 2, Lpka Ambon dan juara harapan 3 lpka Jakarta.
Tahun depan 2020, rencana Jambore Anak diselenggarakan di LPKA Yogyakarta. (agam)

Post Author: Agam

Merupakan salah satu Reporter REVIENSMEDIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *