KPU Kabupaten Purworejo Gelar Evaluasi Fasilitasi Kampanye Pemilu 2019

Share Berita Ini!

Reviens Purworejo – Untuk mengoptimalkan terselenggaranya pelaksanaan pemilu yang akan datang, sangatlah penting dilakukan evaluasi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah menggelar evaluasi pelaksanaan pemilu 2019 yang telah usai diselenggarakan.
Kegiatan Evaluasi Fasilitasi Kampanye Pemilu 2019 tersebut dilaksanakan di Kedai 11 di Purworejo, Selasa siang (6/8/.

 

KPU Purworejo, mengundang aktifis LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), Polres Purworejo, Kodim 0708 Purworejo, Bawaslu, Purworejo, Parpol dan awak media untuk diajak sharing.

“Kami butuh masukan dan ide serta respons dari para peserta untuk kami jadikan bahan pertimbangan agar ke depan lebih baik. Evaluasi sangat penting buat referensi dan bahan perbaikan kedepannya,” kata Akmaliyah, Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Purworejo.

 

 

Banyak pertanyaan terlontar dalam acara ini, diantaranya mempertanyakan kinerja Bawaslu. “Sering terjadi saksi yang melihat kecurangan mau melaporkan malah merasa dipojokkan dan mestinya Bawaslu lebih pro aktif turun di lapangan, money politik suka atau tak suka jelas ada di epan mata!” kata salah seorang peserta kepada Reviens.

 

“Dan jawabannya terlalu normatif hanya berkutat pada itu-itu saja!” tambahnya.

 

Banyak korban meninggal para petugas pelaksana pesta demokrasi ini juga mengemuka menjadi bahasan penting untuk direspon. Pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) yang dikenai pajak, tertundanya penetapan caleg terpilih serta kelelahan fisik dan pikiran yang memaksa hingga banyak dari petugas menemui ajal.

 

Namun ada hal positif yang bisa dilihat dalam pemilu tahun ini, yakni tingkat partisipasi pemilih tahun ini meningkat dari 70 persen menjadi 76 persen.

 

Nur Kholiq, Ketua Bawaslu Kabupaten Purworejo menyatakan beberapa hal yang menjadi catatan penting di Bawaslu. Mulai dari kegiatan kampanye, pencegahan pelanggaran hingga kasus yang ditangani dipaparkan oleh Nur Kholiq dalam forum itu.

 

Ada 20 kasus yang ditangani, 60 persen terjadi pada tahapan kampanye sedangkan kasus lain terjadi pada tahapan di luar kampanye.

 

Rinciannya sebagai berikut dari 20 kasus tersebut ada 12 kasus atau 60 persen yang terjadi pada masa kampanye dan 8 kasus atau 40 persen pada tahapan lain. Ribuan Alat Peraga Kampanye (APK) yang ditertibkan selama pemilu 2019 ada 8.112 buah.

 

 

Sementara itu, menurut Iptu Ngatimin, Kasat Intel Polres Purworejo semua masalah terkait pelaksanaa pemilu, sebaiknya diselesaikan dengan baik sehingga dalam pelaksanaan pemilu yang akan datang, baik pilbub, pilgub atau pilpres bisa berjalan dengan aman, tertib dan lebih baik.

 

“Jangan seperti manajemen tahu Goreng Dadakan, saat mengajukan izin mau menggelar acara dan kegiatan serba mendadak, kami kan juga butuh proses dalam bertugas!” kata Ngatimin buru-buru mengingatkan. (agam)

Post Author: Agam

Merupakan salah satu Reporter REVIENSMEDIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *