Jokowi Mendapat Sambutan Hangat Warga Purworejo

Share Berita Ini!

Reviens Purworejo – Jalan di Kota Purworejo seperti tak mampu menampung ribuan warga yang tumpah ruah menyambut kedatangan Presiden Jokowi. Orang nomor 1 di Negera Kesatuan Republik Indonesia ini melakukan kunjungan kerja ke Purworejo, Kamis (29/8/2019).

 

Dalam Rund Down Kunjungan Kerja di Purworejo ini tercatat, beliau akan membagikan sertifikat tanah kepada 3.800 warga yang berasal dari wilayah Kecamatan Ngombol dan Kecamatan Purwodadi.

 

GOR WR Supratman, menjadi titik tempat konsentrasi warga sekaligus tempat acara pembagian sertifikat berlangsung. Sekitar pukul 11.30 WIB rombongan kepresidenan datang, dengan dikawal Pasukan Pengaman Presiden secara ketat meski juga masih memberi ruang buat warga untuk menyapa warga Purworejo yang berdiri di sepanjang jalan.

 

Presiden Jokowi menebar senyuman ramah, sesekali melambaikan tangan ke arah warga. Mantan Gubernur DKI Jakarta begitu turun dari mobil Kepresidenan, langusng membuat riuh diteriaki, Pak Jokowiiii….Pak Jokowiii, Pak Presiden Jokowiiii. Seperti biasa Presiden lantas mendatangi dan menyalami mereka, hampir tak ada jarak lagi dengan warga, ketika saat beberapa dari mereka mengajak foto selfie.

Nia Wibowo warga Sidarum, kec Kutoarjo yang mendapatkan kesempatan foto selfi bersama Jokowi

 

Jokowi, yang didampingi ibu negara Iriana dan sejumlah pejabat itu, dengan sukarela menekan tombol rana dari kamera ponsel yang di seting memakai timer beberapa detik.

 

Pukul 12.00 WIB, panggung kehormatan sejenak sunyi, namun tak berapa lama tepuk tangan dan sapaan akrab serta lambaian tangan semua yang ada di Gedung Olah Raga itu membuat riuh, dan saat Presiden Jokowi membuka intro di mikropon, semua mendengaran dengan khidmat. Diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dan beberapa sambutan, lalu dilangsungkan pembagian sertifikat kepada para perwakilan.

 

“Di Indonesia, seharusnya ada 126 juta sertifikat yang dipegang masyarakat. Dari jumlah itu, pada tahun 2015, baru 46 juta diselesaikan. Sehingga masih tersisa sekitar 80 juta sertifikat yang belum diselesaikan.” kata Presiden Jokowi.

 

Menurut Jokowi, di Jateng ada 20 juta sertifikat yang seharusnya dipegang oleh masyarakat. Dan baru terselesaikan 12 juta, sehingga masih ada 8 juta sertifikat yang belum terselesaikan.

 

“Bapak ibu sekalian, sangat bersyukur sudah bisa menerima sertifikat sebagai bukti kepemilikan tanah secara syah,” tambah Jokowi di hadapan para penerima sertifikat.

 

Jokowi berpesan, agar warga yang sudah mendapatkan sertifikat untuk menjaga dokumen tersebut dengan baik.
Seperti yang sering kita lihat di siaran televisi, kemudian Presiden Jokowi memanggil dua warga untuk naik ke panggung. Kali ini bukan kuis soal nama-nama Ikan, namun berdialog mengenai sertifikat tanah yang telah diterima warga. Di akhir dialog, kepada mereka Jokowi meminta untuk mengucapkan Pancasila. Sebagai hadiah, mereka diberi sepeda.

 

Jokowi kemudian meninggalkan GOR WR Supratman, untuk menyempatkan untuk acara jamuan makan siang menuju RM Bambu Kuning sekitar kawaan Boro Kulon – Banyuurip.

 

Malamnya Presiden Jokowi bersama warga Purworejo menyelenggarakan nobar kesenian Wayang Kulit. Nyi Dwi Puspita Ningrum MPd, Dalang perempuan Purworejo mendapat kehormatan untuk mementaskan wayang kulit di hadapan Presiden Joko Widodo di Alun-alun Purworejo, Kamis (29/8/2019) malam.

 

Dalang Sanggar Puspita Laras asal Desa Kemranggen Kecamatan Bruno itu direkomendasikan oleh pemerintah provinsi Jateng untuk unjuk kebolehan di hadapan Presiden.

 

Pihak staf kepresidenan maupun dinas tidak memesan judul atau lakon tertentu untuk dipentaskan. Dan Dwi Puspita Ningrum akhirnya membawakan lakon Gathutkoco Winisuda. “Sepertinya pas dengan sosok presiden kita ini!” katanya optimis.

 

Ribuan warga antusias menyemut di arena tepatnya di alun-alun depan Pendopo Purworejo. Malam itu Kirun dan Sang Godfather of Broken Heart, Didi Kempot pun turut memeriahkan acara wayangan. “Ini yang saya tunggu, maturnuwun Pak Jokowi sudah bersedia hadir mengajak kami wong ndeso nonton wayang dan ketemu idola saya, Mas Didi Kempot!” kata Tyas Ngatini (22th), warga Desa Banyuurip yang malam itu mengajak putrinya.

 

Gathutkoco Winisuda bercerita tentang Raden Gathutkaca putra Raden Werkudara dan Dewi Arimbi akan dinobatkan sebagai raja di Pringgondani. Semula, rencana itu berjalan baik karena seluruh ‘Kadang Braja’ mendukung penobatan Gathutkaca.

 

Dalam kisah ini banyak intrik layaknya dunia politik, seperti perselisihan dan kabar hoax, ketika Brajadhenta termakan hasutan untuk berbalik memusuhi Dewi Arimbi. “Brajadhenta menuntut tahta hingga terjadu pertempuran dahsyat. Gathutkaca dibantu pamannya Raden Brajamusti berhasil mengalahkan Brajadhenta, keduanya gugur dan menyatu ke badan Raden Gathutkaca menjadi Ajian Brajadhenta Brajamusti,” terangnya.

 

Dwi berharap pementasan wayang kulit itu menjadi titik awal kebangkitan kebudayaan lokal, khususnya budaya Jawa yang adiluhung. “Harapan saya kesejahteraan guru seni budaya dan bahasa Jawa semakin diperhatikan,” kata Bu Guru Bahasa Jawa ini. Sekitar pukul 22.00 WIB Presiden Jokowi meninggalkan arena pentas wayang dengan dielu-elukan warga yang meneriakkan namanya.

 

 

“Kami sangat terkesan dengan kedatangan Pak Jokowi datang ke Purworejo, bersyukur bisa foto bareng meski harus menanti berjam-jam berdiri di pinggir jalan dan berjuang di bawah pengawasan pengawalnya, sehat terus ya Pak Jokowi, buat Bangsa Indonesia makin makmur!” kata Nia Wibowo kepada Reviens. (agam)

Post Author: Agam

Merupakan salah satu Reporter REVIENSMEDIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *