Istighosah dan Rakor JPNU Purworejo

Share Berita Ini!

Reviens Purworejo – Ribuan perempuan kader NU yang berhimpun dalam berbagai organisasi, yakni IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama), Fatayat NU dan Muslimat NU berkumpul di GOR WR Soepratman Purworejo mengikuti Istighosah Bersama dan Rapat Koordinasi Jaringan Perempauan NU se-Kab. Purworejo, Sabtu (23/2).

“Istighosah dan Rakor Jaringan Perempuan NU yang pertama ini digagas untuk menyatukan persepsi yang arahnya memang untuk dukungan pemenangan Pak Jokowi Widodo – KH. Ma’ruf Amin!” kata Rr. Nurul Khomariah S.Sos, Ketua Pimpinan Cabang Fatayat NU Kab. Purworejo kepada Reviens Media.

 

 

Menurut Nurul pasangan cawapres Jokowi – Ma’ruf Amin sangat ideal, mereka merepresentasikan dan cerminan panutan yang baik, “Pak Jokowi yang berani menjadikan Hari Santri kerjanya juga tak perlu diragukan lagi, sedang Pak KH. Ma’ruf Amin adalah ulama besar yang tak perlu dipertanyakan lagi kapasitasnya!”

Suara kaum perempuan dalam pilpres sangat penting menurut Nurul, kecuali konsisten dan punya loyalitas yag tinggi, mereka ini jumlahnya sangat banyak secara kuantitatif. Sebagai barometer setiap diadakan acara di tingkat Anak Cabang kader perempuan NU (tingkat Kecamatan) dipastikan yang hadir sekitar 5000 an kader perempuan. “Di Purworejo ada 16 kecamatan tinggal kalikan saja dengan angka 16, ini baru untuk kader perempuannya saja lo!” tambah Nurul meyakinkan.

Inilah alasan kuat yang membuat Jaringan Perempuan NU Purworejo makin optimis mendukung pasangan capres no 1. Jokowi sebagai presiden sudah terbukti bisa mengayomi banyak perbedaan dalam kebhinekaan Indonesia dan perhatiannya pada kalangan ulama tak perlu diragukan lagi. 

 

 

Dalam Istighosah dan Rapat Koordinasi Jaringan Perempuan Nahdatul Ulama Purworejo ini, ribuan kader mendengarkan tausyah Khizanaturrohmah, Koordinator Jaringan Perempuan NU wilayah Propinsi Jateng, dan KH Habib Hasan Agil Ba’bud (Pengasuh Pondok Pesantren Al Iman Bulus) Purworejo.

“Kami selalu datang di acara seperti ini, sebagai sarana mengaji mendengarkan petuah dari guru kami dan menentukan arah bangsa dengan meski basis kami hanya ibu-ibu rumah tangga!” kata Siti Badriyah dan Banatun aktifis Muslimat NU dari Desa Wareng. (agam)

Post Author: Agam

Merupakan salah satu Reporter REVIENSMEDIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *