Ir. Bambang Sutrisno: Purworejo Harus Berubah dan Bangkit

Share Berita Ini!

Reviens Purworejo – Di balik geliat pembangunan proyek nasional di seputaran Purworejo yakni Bandara NYIA (New Yogyakarta International Airport) yang terletak di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo DIY, ada banyak mimpi dan tekad besar positif yang dihembuskan untuk kebangkitan Purworejo.

Salah satu tokoh nasional yang merasa punya darah Purworejo (Ibundanya asal Purworejo, ayahnya Solo), yakni Ir. Bambang Sutrisno merasa tertantang untuk memberikan kontribusinya buat Purworejo.

“Purworejo harus berubah lebih baik dan bangkit dari sekedar sebuatan Kota Pensiunan. Banyak tokoh dan pemimpin Nasional dari kota ini!” katanya saat ngobrol infromal dengan para wartawan di SMK PN Purworejo.

Anak kolong (sebutan untuk putra putri tentara) yang lulusan S1-Arsitektur Universtas Trisakti Jakarta ini melihat Purworejo belum begitu memantapkan daya tariknya secara optimal terkait itu keberadaan bandara bertaraf internasional itu.

“Saya saat duduk sebagai anggota DPR RI Komisi V memberikan masukan mengenai letak rencana pembangunan bandara baru yang lebih representatif ya di Yogya bagian Barat berdekatan dengan tapal batas Purworejo. Masih terbuka untuk pengembangan lebih luas, tak ada bukit dan gunung yang ada tepian Selatan yang bisa diatasi dengan teknologi canggih!” tambahnya.

Komisi V DPR RI adalah komisi yang membidangi urusan Perhubungan, Telekomunikasi, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Pembangunan Pedesaan, dan Kawasan Tertinggal. Bidang ini sangat pas dengan latar belakang disiplin keilmuan lelaki kelahiran 8 Mei 1953 yang pernah membuka Biro Arsitek Rumah Kebun pada tahun 2000.

Purworejo akan hanya jadi penonton dan jalan yang dilewati semata jika tak Sumber Daya Alam yang ada tak mengimbangi dengan skill dan kemampuan yang dibutuhkan perkembangan pembangunan yang ada di sekitarnya. Padahal ibarat gadis, Purworejo Kota Berirama ini sedang tumbuh dan dilirik banyak orang. Letaknya yang srategis dan potensi yang dimiliki, dari keberadaan arus pembangunan, harus dimaksimalkan misal sektor pariwisata harus digenjot untuk mendatangkan income dari sisi ini. Beruntung Purworejo dikaruniai pantai, bukit/pegunungan cagar budaya dan keramahan lokal.

“Tapi apa yang akan membuat wisatawan atau turis terkesan setelah datang ke sini, ini harus dicari formulanya!” Bambang menambahkan ciri khas dan karakter yang asli dari Purworejo harus dimunculkan.

“Misal tali kepala ata Udheng dari Purworejo yang berarakter Purworejo banget dimunculkan..bisa membuat orang begitu liat Udheng.. ini pasti beli dari Purworejo!
Bendungan tertinggi juga siap dibangun di Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo akan menjadi daya tarik dan sumber kehidupan baru buat warga Purworejo. Kecuali untuk kepentingan irigasi pertanian, stock air bersih buat pasokan kebutuhan bandara besar itu nantinya juga dialirkan dari Bendung Guntur yang sekarang dalam proges pembangunan.

“Banyak teman-teman saya diantaranya berprofesi Pilot mulai mengincar lahan di seputar Purworejo buat keperluan bisnis, bisa buat rumah maupun hotel, Pompa Bensin penyangga keberadaan bandara.” tambah Bambang. Warga Purworejo harus makin kreatif dengan pembangunan bandara ini. Borobudur yang menjadi pusat daya tarik wisatawan jelas akan semakin mudah didatangi via bandara dilanjut dengan perjalanan darat (Bedah Menoreh).

“Jangan sampai warga Purworejo hanya menjadi penonton saja!”
Bambang berharap agar masyarakat Purworejo jangan mudah tergiur dengan naiknya harga tanah, lantas menjual aset ini, lantaran pengembangan wisata Borobudur yang dilaksanakan oleh Badan Otorita Borobudur. Jika masyarakat di Kabupaten Purworejo buru – buru menjual tanah , kelak hanya jadi penonton saja, dan yang merasakan nikmatanya orang bermodal dari luar.

“Kami prihatin dengan masyarakat Purworejo, jika masih tenggelam dalam rasa bangga Purworejo sebagai kota pensiunan. Purworejo harus segera bangkit, karena dari Purworejo banyak tokoh – tokoh nasional yang hingga sekarang punya peran besar ditingkat pusat. Lepaskan egosentrisnya dan bangun komunikasi berjenjang secara baik dari legislatif dan ekskutif. Bila itu dilaksanakan Purworejo dapat cepat bangkit, kata Bambang Sutrisno kepada Reviens Media.

Saat memanfaatkan masa reses Bambang Sutrisno selaku petahana yang siap tampil pada Pemilu 2019 dari Partai Golkar no urut 5 minta do’a restu pada masyarakat agar upayanya berhasil. Jika kembali terpilih program pribadi dan aspirasi masyarakat diperjuangkan hingga masyarakat di Dapil VI (Purworejo-Temanggung-Wonosobo-Magelang)dapat makin sejahtera. Itu harapannya. (agam)

Post Author: Agam

Merupakan salah satu Reporter REVIENSMEDIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *