Haru, Bahagia dan Bungkam 22 PTT Bidan Desa Akhirnya Terima SK CPNS

Share Berita Ini!

Reviens Purworejo – Suasana haru namun bahagia terasa saat dua puluh dua orang Pegawai Tidak Tetap (PTT) Bidan Desa yang sempat terganjal kebijakan menyangkut usia akhirnya bisa diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Sebelumnya sebanyak 110 orang temannya yang sudah lebih dulu diangkat ditahun 2017.

Sebelumnya total ada 132 orang bidan, akan tetapi karena terkena aturan yang menyebutkan usia maksimal adalah 35 tahun untuk pengangkatan cpns, yang lulus usia nya 35 ke bawah ada 110 orang, sisa 22 itu awalnya mau di angkat sebagai P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).

 

Terbitnya Keppres RI No. 25/2018 tentang jabatan dokter, drg dan bidan sebagai jabatan tertentu dengan batas usia pelamar maximal 40 tahun, yang memungkinan untuk diangkat. Di Purworejo kebetuan cuma ada bidan.

 

Ini jelas menolong 22 yang juga telah melakukan tes sebelumnya. Disebutkan Bidan PTT yang paling lama menanti masa kerja 13 tahun. Usia pensiun PNS untuk fungsional tertentu seperti bidan bisa sampai 60th.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Purworejo drg Nancy Megawati melalui Fitri Adi Nugroho, SE MM, Kepala Bidang Pengembangan Karir, mengungkapkan dengan adanya pengangkatan PNS baru tersebut praktis seluruh bidan desa di Purworejo sudah berstatus PNS. Total ada 132 bidan desa yang bertugas untuk melayani 649 desa yang ada di Purworejo.

 

PTT Bidan Desa bisa merasakan lega setelah mendapatkan SK CPNS Formasi Kemenkes dari Bupati Purworejo, belum lama ini di Ruang Arahiwang, Setda Purworejo.

“Bidan yang paling tua yang menerima SK pengangkatan hari ini (kemarin,red) berusia 39 tahun,” kata Fitri kepada Reviens saat di temui di kantor BKD Purworejo. Senin (8/7)
Lebih jauh dikatakan Fitri, saat adanya pengangkatan bagi 110 bidan desa sebelumnya, ke-22 tidak bisa ikut dilantik karena terganjal usia. Umur mereka melampaui batas maksimal yang ditentukan yakni 35 tahun.

“Angin segar buat mereka yang berjumlah 22 itu dengan turunnya Keputusan Presiden RI No 25 Tahun 2018 tentang Jabatan Dokter, Dokter Gigi dan Bidan sebagai Jabatan Tertentu degan batas usia pelamar 40 tahun, akhirnya mereka bisa mendapatkan SK CPNS,” tambah Fitri.

Selama menjalani tugas sebagai PTT tetap diperhitungkan. Ini akan berpengaruh terhadap gaji bulanan yang diterimakan.

“Masa kerja yang mendapat SK ini antara 10-13 tahun,” tambahnya.
Bupati Agus Bastian sendiri saat memberikan arahannya memberikan pesan agar perubahan status dari PTT menjadi CPNS harus disikapi dengan seksama. Perubahan ini memberikan konsekuensi dan tanggung jawab yang berbeda.

“Perubahan status secara tidak langsung, membuat saudara semakin terikat dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi PNS atau ASN. Di sisi lain, loyalitas dan totalitas yang telah Saudara tunjukkan selama menjadi PTT, hendaknya lebih ditingkatkan lagi, bukannya justru menjadi melemah setelah mendapat SK CPNS,” kata Bupati.

Agus juga menyampaikan jika yang diperoleh ke-22 bidan desa itu merupakan akumulasi perjuangan panjang. Mereka menjalani tugas sebagai PTT dengan segala suka dan duka.
Namun anehnya dari sekian banyak bidan yang diangkat itu, rata rata semua bungkam tak mau diwawancara meskipun mereka menikmati kabar gembira tersebut.

 

“Maaf saya sibuk banget, maaf saya ditunggu pasien, maaf yang lain saja mas!”. Setidaknya itu jawaban yang diterima Reviens sampai berita ini diturunkan. (agam)

Post Author: Agam

Merupakan salah satu Reporter REVIENSMEDIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *