DPC HPI Purworejo Tebar Spirit Kebangkitan Pariwisata

Share Berita Ini!

Reviens Purworejo – Pandemi Covid-19 telah memporakporandakan sektor pariwisata. Berbagai agenda kunjungan wisatawan yang selama ini menjadi andalan pendapatan para pelaku bisnis wisata, mengalami penundaan bahkan gagal total karena himbauan stay at home dan social distancing. Keprihatinan ini direspons oleh Pengurus DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Purworejo dengan cepat selepas tanggap darurat Covid-19 di Purworejo.

 

DPC HPI Purworejo mendapat dukungan penuh dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Purworejo, Selasa (23/6) mengelar Sosialisasi dan Simulasi Pelaku Pariwisata Purworejo Sesuai Protokol Kesehatan di Era New Normal. Pagi pukul 07.00 WIB mereka bersama para penggerak/aktifis Desa Wisata, pemilik Tours and Travel Agency, dan jurnalis berkumpul di depan Museum Tosan Aji Purworejo siap menebar spirit baru kebangkitan pariwisata dari Purworejo.

 

Era baru New Normal dan New Habit, siap tak siap, suka tak suka harus berjalan, sudah terlalu lama warga Purworejo dikurung stay at home. 2 minggu terakhir, selepas Tanggap darurat Covid-19, begitu tempat wisata seperti Pesisir Selatan dan Playground di kawasan alun-alun Purworejo dibuka, masyarakat langsung berbondong-bondong memenuhinya.

 

“Bagai Kuda lepas dari kandang, Pantai Jatimalang pada Hari Minggu pertama dipenuhi wisatawan, tercatat sekitar 4000 pengunjung memenuhi kawasan pantai!” kata Agung Wibowo, AP, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Purworejo di depan para peserta.

 

DPC HPI Purworejo dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Purworejo sebagai garda depan Pejuang Pariwisata sambut kerinduan masyarakat akan tempat wisata tetap dengan mengedepankan protokol kesehatan Pandemi Covid-19. Masih tetap dengan mengantispasi penularan Covid-19, Alun-alun Purworejo tiap hari lewat UPT Alun-alun menyediakan sekitar 40 -100 lembar masker.

 

“Masih banak masyarakat yang kurang kesadarannya, masih terlihat beberapa tak mengenakan masker, kami juga menyiapkan tandon air di dekat sarana olahraga dan playground, 2 hari sekali harus d isi penuh air!” tambah Agung.

 

Ada 4 titik yang dikunjungi sebagai awal menebar spirit kebangkitan pariwisata Purworejo, yakni Museum Tosan Aji, Desa Wisata Kemiri Lor, Desa Wisata Kaliurip, keduanya di wilayah Kecamatan Kemiri, dan Pantai Ketawang di Kecamatan Grabag.

 

Kelik Susilo Ardani, SE Wakil Ketua DPRD Purworejo terharu dengan niat dan semangat para pejuang pariwisata yang tergabung dalam DPC HPI Purworejo. Hari ini kalian mampu mengetuk dan mendatangkan keikhlasan para sponsor hingga mampu membawa para peserta secara gratis menggelar acara ini!” kata Kelik.

 

Lebih lanjut menurut Kelik, Pariwisata adalah Rencana Jangka Menengah Daerah yang harus dilakukan. “Semoga semangat yang ditebar oleh DPC HPI ini mampu membangkitkan spirit sektor pariwisata, mendatangkan income yang optimal buat Purworejo!”

 

Peserta wajib mengenakan Face Shield dan masker yang dibagikan saat melakukan registerasi. Begitu masuk area tiitik pertama yakni di kawasan Gedung Museum Toan Aji Purworejo, mereka berbaris rapi mengatur jarak (physical distancing) menuju tempat cucu tangan dengan sabun.

 

“Semua peserta harus patuhi himbauan protokol kesehatan Covid-19 dalam acara ini!” kata Arum Tri Setyaningtyas, ST, selaku ketua panitia sekaligus Ketua DPC HPI Purworejo kepada Reviens.

 

 

Di Desa Kemiri Lor para peserta di sambut dengan Irama Gojek Lesung bernama Kumandang Arum dipimpin oleh Mbah Sonah yang mulai langka di jaman sekarang. Grup Kumandang Arum yang beranggotakan nenek-nenek berbaju Kebaya ini sempat mengiringi Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, SH menyanyikan lagu Jawa berjudul Lumbung Pari.

 

Aroma desa dan kesenian tradisional tercium kental di sini. Grup Musik Pagar Bambu yang digawangi oleh Gigih, Danar dan Bagas didominasi alunan Seruling dan Gambang yang mengingatkan irama khas desa yang memang banyak dirindukan di era kini. Seniman Aan Ontoseno yang konsisten dengan seni lukis dan wayang menjadi motor penggerak Desa Kemiri Lor untuk tetap mempertahankan aroma seni budaya di sini.

 

“Pegunungan dan desa punya potensi wisata yang bisa dijual dan memang sangat menarik untuk dinikmati, Purworejo punya banyak sni budaya yang bisa dinikmati banyak wisatawan dari luar!” kata Yuli Hastuti, SH. Wabup juga mendorong para pejuang garda depan pariwisata di sini untuk segera menyambut kebangkitan ini dengan potensi yang ada riil nya dengan membuat paket-paket wisata yang bisa dimainkan lewat medsos agar masyarakat luas bisa tahu.

 

 

Di Desa Kaliurip waterfall dan panorama pegunungan yang asri dan sejuk pun menyergap para peserta yang masih terlihat antusias mengikuti rangkaian acara. Rumah Gubug dari bambu, Arena Jemparing yang melatih fokus konsentrasi dan hiburan organ tunggal menambah meriah suasana.

 

Di titik terakhir yakni Pantai Ketawang para peserta terlibat obrolan dialogis dalam Sarasehan kecil, banyak ide dan curhat digodok di sini untuk mencari solusi kendala sektor pariwisata yang ada di Purworejo.

 

“Kami masih mengagendakan Marketing Digital dengan melibatkan SDM yang punya kemampuan IT untuk makin mengoptimalkan pariwisata Purworejo!” kata Arum meyakinkan. (agam)

Post Author: Agam

Merupakan salah satu Reporter REVIENSMEDIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *