Dinilai Baik Dalam Administrasi dan LPJ, Purworejo Ditantang Jadi Tuan Rumah Harmoni Kebangsaan 2020

Share Berita Ini!

Reviens Purworejo – Kampung yang didesign ala kampung Cowboy yang terletak di Desa Karangrejo Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo, pagi itu terlihat ramai dikunjungi para wisatawan. Dikenal dengan nama Sinalang Fam Camp, punya daya tarik tersendiri. Namun siapa tahu dibalik tempat yang asri dan sejuk ini tersimpan karawanan berupa konflik horizontal antar warga desa. Di sinilah sebuah monumen berupa Pendopo Perdamaian tempat warga berembug menyelesaikan dengan musyawarah untuk jalan terbaik penuh kekeluargaan dibangun. Pendopo Keserasian Desa Karangrejo diresmikan oleh Wakil Bupati, Ny. Yuli Hastuti, SH dengan pengguntingan pita dan penandatanganan pada sebuah batu prasasti, Sabtu (21/12).

“Saya berharap kegiatan Keserasian Sosial di desa ini akan dapat mendukung ketahanan sosial dalam masyarakat terutama mengantisipasi potensi kerawanan sosial melalui Forum Keserasian Sosial!” kata Yuli Hastuti.

Pendopo yang diresmikannya menjadi tempat strategis berembug dan bermusyawarah, atau mengelar acara seni budaya di tempat wisata untuk meredam potensi konflik.

“Ya, ini merupakan Program dari Kemensos, Pendopo yang dibangun untuk menekan konflik masyarakat antar desa. Tempat kita berdiri sini tak jauh dari tapal batas 3 desa, daerah perbatasan rawan konflik yakni Desa Pucangagung (Kecamatan Bayan), Desa Karangrejo dan Kaligesing (Kecamatan Kutoarjo), dengan pendopo ini harapannya jika ada masalah terkait 3 warga desa bisa dimusyawarhkan di sini!” kata Buntoro, Amd. Kepala Desa Karangrejo kepada Reviens.

Menurut Buntoro, Perbukitan Si Nalang yang membentang dari Utara Desa Tursino sampai Kutoarjo punya potensi alam yang bagus, buat kemajuan desa dan warganya. Si Nalang banyak menyimpan histori sebagai medan gerilya Pangeran Diponegoro.

“Beliau pernah menyembunyikan diri dalam perlawanan di sini, Alang-alang tempat berlindung, aling-aling rumput Alang-alang.” tambahnya

Di sini pula para penghobi olah raga berkuda, panahan dan Pencak Silat bisa berlatih dan menikmati udara segar. Dengan luas 5 hektar Si Nalang dinilai sebagai salah satu destinasi wisata yang beda dan unik dengan masih mengedepankan semangat Go Green. “Saya rasa paling tidak lima tahun ke depan baru kelihatan hasilnya , dana desa masih terkonsentrasi untuk pembangunan infrastrtur, kegiatan wisata masih kecil prosentasinya.”

Si Nalang dirintis pada akhir 2017 sudah membenamkan biaya sekitar Rp. 100 juta, jalan gazebo, rumah pohon, gardu pandang dan lingkungan yang dipenuhi Pohon Jati menjadi andalan Si Nalang.
Masih ada pula Wisata religi, di sebelah Selatan, ada Selo Sajadah yakni Batu Berbentuk Sajadah, konon tempat Laskar pangeran Dipponegoro bertafakur, olah roso dan bermunajat kepada Alloh. Di sekelilingnya terdapat batu bundar.

Di sinilah letak strategis membangun Pendopo yang merupakan bantuan dari Kemensos untuk meminimalisir konlfik sekaligus dukung wisata.

Awalnya daerah ini dikenal wingit dan angker, namun dengan niatan dan tujuan yang baik, Buntoro optimis, Si Nalang akan bisa membuat warga sejahtera dan penuh damai. “Buat niat baik saya yakin leluhur dan Alloh pasti akan memberi jalan!” tambah Buntoro.

Tiap bulan digelar kegiatan bersih bersih. Kegiatan tematik ke dua dari rangkaian pemberian bantuan keserasian sosial yang mana kegiatan ini untuk mengumpulkan anggota FKS yang diprakarsai FKS Desa Karangrejo Kecamatan Kutoarjo. Sekitar 150 Juta digelontorkan bantuan dari Kemensos untuk pembanguan Pendopo dan Gazebo di Desa Karangrejo tepatnya tempat camping ground yang didesign layaknya kampung Cowboy.

Intinya bantuan dari Kemensos ini diperuntukan dengan sasaran desa yang rawan konflik atau punya potensi rawan konflik lokal.

Sepanjang tahun 2019 di Kabupaten Purworejo sudah dpetakan ada tiga lokasi yakni Desa Karangrejo (Kecamatan Kuraorjo), Desa Patutrejo (Kecamatan Grabag) dan Desa Sucen (Kecamatan bayan).

Kartini, S.Sos, M.Si Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Prop. Jateng

Untuk Purworejo dinilai rapi dan tertib dalam admisnitrasi serta antara usulan dan realisasinya sudah sesuai. “Ya saya rasa sudah tak ada masalah…. Kerja bareng Tim Dinsos, Forum Desa dan Kecamatan serta dukungan masyarakat sebagai satu tim sudah berjalan dengan baik.” kata Kartini, S.Sos, M.Si Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Dinsos Propinsi Jateng.

Adanya tenaga pelopor perdamaian di Purworejo cukup membantu mengatasi isu kerawanan konflik. Sepanjang 2019 pilkades cukup memantik kerawanan di Purworejo. “Saya berharap agar program ini terus berjalan terus, bukan berarti berdoa selalu ada konflik, minimal dibutuhkan untuk pencegahan konflik.”

Dari Program Keserasian Sosial makin membuat guyub dan rukun, unsur gotong royong makin terjalin. Kembaikan ketutuhan kebersamaan seperti arahan dari Kemensos dalam Bimbingan Teknis. Bantuan Keserasian Sosial tak boleh pos upah dan tenaga, fokusnya pada gotong royong.

“Saya banga untuk Jateng ada alokasi kegiatan pusat bantuan keserasian sosial 15 forum kearifan lokal dan 20 paguyuban. Dengan pertumbangan Purworejo yang sangat kondusif dan mampu membuktikan kesesuaian antara proposal dan realisasinya, sepertinya Purworejo layak menjadi tuan rumah Gelaran Harmoni Kebangsaan 2020.

“Temanggung belum bisa, rangking dua Purworejo pantas perlu dukungan dari Wabup. Anggarkan lewat APBD Kabupaten, nanti biaya transportasi akan ditangung Kemensos, Purworejo menanggung biaya seremonialnya.” tantang Kartini kepada Pemkab Purworejo. (agam)

Post Author: Agam

Merupakan salah satu Reporter REVIENSMEDIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *