Diaspora Purworejo Sepakat Optimalkan Posisi Segi Tiga Emas MangKuPurwo Untuk Purworejo

Share Berita Ini!

Reviens Purworejo – Serangkaian kegiatan penting menjawab isu proyek nasional yang ada di wilayah Pemkab Purworejo terus digelar. Salah satunya Forum Pembangunan dan Investasi Purworejo, di aula kantor Kementerian PANRB, pada Sabtu (27/7/2019).

Banyak ide dan pertanyaan kritis dilontarkan para peserta yang hadir dari berbagai latar belakang diantara para calon inverstor. Selepas presentasi terkait potensi Kabupaten Purworejo, acara dilanjutkan dengan talk show. Selaku pembicara diantaranya adalah Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar, Direktur Utama Badan Otorita Borobudur dan Direktur Utama PT Angkasa Pura.

Diaspora Purworejo menyatukan tekad untuk memperkenalkan potensi Purworejo terkait 3 isu besar proyek nasional. Yakni dengan andanya bandara baru di Kulon Progo yang jarak tempuhnya sekitar 20 mnt dari gerbang Purworejo, kemudian adanya Badan Otorita Borobudur (BOB) yang kawasan otorisasinya ada 300 Ha berada di kawasan Purworejo. Sebuah peluang destinasi wisata yang begitu besar, terlebih soal agenda untuk membuat semacam 10 Bali baru. Secara kelembagaan baru terwujud 4, diantaranya Toba, Labuhan Bajo dan BOB, belum lagi keberadaan proyek nasional Bendungan Bener yang konon tertinggi di Indonesia. “Adanya 3 proyek nasional ini saya sebut Segitiga Emas MangKuPurwo yakni meliputi kawasan Magelang-Kulon Progo-Purworejo) akan menjadi kawasan penting, masayarakat Purworejo jangan hanya jadi penonton ikut maju bergerak bersama, selain tetap menarik minat investor!” kata Dwi Wahyu Atmaji, Ketua Diaspora Purworejo kepada Reviens saat ditemui di Jakarta.

Menurut Atmaji yang juga Ketua Muda Ganesha (Alumni SMA N 1 Purworejo) ini, Pemda harus mendidik masyarakkat menerima perubahan yang tak terelakkan, Membangun karakter sadar wisata dan ramah terhadap pendatang serta menciptakan suasana yang nyaman.

Menurut paparan dari PT Angkasa Pura, tiap tahun bisa capai 20 Juta wisatawan setahun mendarat di Yogyakarta International Airport, Dan ini jelas menjadi peluang keuntungan buat warga Purworejo. “Mereka akan ngapain di sekitar Purworejo sembari menanti perjalanan selanjutnya kalo ke Yogya kan 30 mnt?” tambah Atmaji. Purworejo harus cepat merespon dan membuat infrastruktur yang memadai.

Dwi Wahyu Atmaji, Ketua Diaspora Purworejo

Dari segala bidang misal hasil bumi, apa yang ada di Purworejo, singkatnya harus lebih “marketable” misal Duren dan Vanilli budidaya nya tak hanya berupa buah yang berkarakter, tiap desa harus punya produk unggulan. “Cepat menghaslkan buah, dan kalau panen berlimpah sudah ada karya kreatif UKM berupa varian lain misal Manisan Duren, Pisang Goreng Instan, Thiwul Saji Cepat dll. dibekukan.

Agus Guntur (Asosiasi Pengusaha Indonesia) mengusulkan untuk petakan rencana tata ruang terlebih dulu dan menghimbau agar warga setempat juga waspada. Siapa sangka di kawasan Keburuhan Kab. Purworejo, harganya tanah 25 kali lipat realitanya di lapangan. Seperti isu Ibukota mau pindah di Kalimantan investor sudah mencari tanah sebagai langkah cepat. “Investor juga coba coba. Situasi ini diwapadai jangan sampai pembelinya nama beda beda ternyata yang punya 1 orang. Ini akan bunuh pengusaha lokal dan UKM lokal. Membangun pariwisata harus berkelok kelok hidupi UKM lokal jangan langsung to the point.

Zainal Arifin Ketua Pakuwojo, menanggapi paparan bupati akan permudah perizinan, “Apa bener bahwa di Purworejo dalam rangka untuk dapat izin aja dipersulit, investor banyak dimintai ini itu?” Rencana Tata Ruang Kota memang sedang dalam proses revisi, pengembangan kawasan perkotaan dengan kerucutkan Purworejo – Kutoarjo, dan adanya upaya pengurangan pajak beberapa item sebagai awal memompa spirit para inverstor selain itu juga dibentuk tim terpadu satgas percepatan permudah investasi di Purworejo.

Sigit Ketua diaspora dari Malaysia asal Jenar Wetan mengusulkan potensi fasilitas publik diseputar bandara antara yang bisa disediakan PT Angkasa Pura dan perusahaan Airlines, misal lapangan main golf. “Saya sebut Hospitality industri juga mengimbangi imbangi pariwisata!” katanya.

Flashmob Dolalak di acara Purworejo Fair 2019 Jakarta

Segera dilakukan proses konsolidasi seluruh perusahaan Airlines dan travel agen dll untuk kenyamaanan sebagai hal utama dengan melibatkan Purworejo untuk promosikan secara luas dengan siapkan sarana dan prasarana. Bupati Agus Bastian menjamin perizinan dan investasi akan lebih mudah. “Izin ditunggu dengan proses secepatnya, tak ada lagi uang semir, saya jamin, jika ada yg semir kepada petgas akan saya kembalikan 10 kali lipat!” kata Agus Bastian berjanji.

Selepas acara Talkshow, hari berikutnya digelar Purworejo Fair 2019, di lokasi Car Free Day (CFD), Jakarta (28/7/2019). Jalan Jenderal Sudirman Jakarta serasa Kampung halaman Purworejo, dengan aneka jajanan kuliner khas Purworejo, Clorot, Gebleg, Jeruk manis khas Pekutan (Desa Bayan), aneka kopi produk Purworejo serta kesenian tradisional Tarian Ndholalak dan Kuda Kepang serta Pencak Silat Merpati Putih. Puncak Acara semua warga yang memadati seputar arena CFD menari Ndholalak dalam Falshmob larut dalam kebersamaan melepas rasa rindu kampung halaman tercinta Purworejo. (agam)

Post Author: Agam

Merupakan salah satu Reporter REVIENSMEDIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *