Bencana Kekeringan, Warga Bagelen Kesulitan Air Bersih

Share Berita Ini!

Reviens Purworejo – Musim kemarau yang berkepanjangan membuat bencana kekeringan dan krisis air bersih semakin parah, dan meluas di wilayah Kabupaten Purworejo.

Bencana kekeringan yang terjadi di wilayah Purworejo, salah satunya di kecamatan Bagelen merupakan Imbas dari semakin mengecilinya lahan resapan air, langkanya pepohonan besar berakar tunjang sebagai penyangga sumber air, banyaknya penggunaan sumur bor, maraknya penanaman pepohonan berakar serabut, dan kesadaran masyarakat tentang penghijauan masih minim.

 

Dampak dari bencana kekeringan ini juga tidak hanya dirasakan oleh masyarakat umum, namun juga oleh petani. Sekitar 3 bulan terakhr ini petani kesulitan mendapatkan air untuk tanamannya dan banyak tanaman yang mati. Lahan kering di hutanpun menjadi mudah terbakar. Hutan yang terbakar berada di bukit kuniran desa Kalirejo.

 

Tidak hanya itu, wargapun mengalami kesulitan air bersih karena sumurnya kering. Wilayah yang mengalami kekeringan diantaranya berada di area perbukitan seperti Desa Semono, desa Hargorojo, desa Somorejo, desa Tlogokotes, desa Clapar, dan desa Sokoagung.

 

 

Menurut Dwi Santoso, ketua Korwil Bagelen PWB, warga mencari air dari sumur di sungai yang sudah kering. “Itupun sangat minim dan terbatas airnya” ungkapnya.

Seperti halnya desa Hargorojo yang memiliki Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), namun tidak kencukupi kebutuhan air bersih di desa tersebut.

 

“Untuk pemdes sudah melakukan kerja sama untuk minta bantuan droping air ke BPBD”, ungkap Winarti seorang warga Hargorojo.

 

Menurutnya sudah mulai banyak bantuan masuk, selain BPBD Purworejo juga PMI, PT TBL, Alumni SMA 1 itu untuk air bersih, Paguyuban Wayah Bagelen (PWB), CPP dan berbagai komunitas di Purworejo.

 

 

“Ya sebagian tidak ada air sama sekali dan yang terparah tahun ini
Pemerintah dalam hal ini BPBD juga beberapa komunitas sudah membantu dan berusaha memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga yang membutuhkan namun terbatas pada anggaran dan logistik”, ungkap Dwi Santoso.

Post Author: Chodri Al-Rosyd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *