Belajar Mengajar dan Wisuda Online ala SMA N 2 Purworejo

Share Berita Ini!

Reviens Purworejo – Tak seperti tradisi tahun-tahun sebelumnya, era wabah Covid-19 seolah mengubah mekanisme, kultur dan kebiasaan proses belajar mengajar dari ujian sampai kelulusan akhir di instistusi pendidikan. Semua serba dilakukan dengan cara online. Para siswa belajar di rumah dipandu secara online oleh para guru. Beberapa seklah memanfaatkan fasilitas seperti WhatsApp (WA) yang di dalamnya ada layanan Video Call layaknya Teleconference.

 

Praktis anak-anak didik harus memiliki smartphone yang memadai termasuk quota internet dan sinyal yang kuat untuk bisa mengikuti proses belajar mengajar dengan gurunya. “Memang ada fasilitas paket data berkisar 25 -50 ribu untuk satu bulan buat 127 anak didik, kami bekerja sama dengan Bedug Cell untk mempermudah penyaluran bantuan ini!” kata Kepala Sekolah SMA N 2 Dra. Fitarini, M.Si kepada Reviens saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (9/5).

 

Bantuan tersebut terhitung dua bulan mulai 25 April hingga 24 Juni 2020. Pada bulan Juni dipakai untuk kenaikan kelas berbasis online, penilaian akhir tahun pada 3-13 Juni. Adapun jadwal penerimaan rapor 19 Juni 2020. Dan 15 orang guru tidak tetap (GTT) juga mendapatkan bantuan serupa.

 

Banyak ide dan terobosan yang diaplikasikan dalam proses belajar mengajar secara online ini oleh SMA N 2 Purworejo. Diantaranya Monolog yang harus dipraktikkan anak didik di depan kamera smartphone. “Mereka harus memerankan seorang tokoh, bercerita layaknya story teller bertutur dengan suara dan gaya yang bisa didengar dan disaksikan oleh gurunya via smartphone!” tambah Fitarini pernah yang mendorong budaya literasi di SMA N 3 Purworejo. Fitarini memang telah pindah tugas di SMA N 2 Purworejo, dan di sini pula dirinya harus siap beradaptasi dan ditantang pintar berimprovisasi saat proses belajar mengajar harus digelar secara online karena Wabah Covid-19.

 

Fitarini menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMAN 2 terhitung sejak 27 Februari 2020 dan aktif bertugas di SMA tersebut mulai 9 Maret 2020, saat itu sedang berlangsung ujian siswa kelas XII masih berbasis kertas. Namun perubahan cepat itu datang memaksa para anak didik dan guru dalam proses belajar mengajar secara online.

 

Terhitung mulai 16 Maret 2020 siswa siswa belajar di rumah dalam masa pandemi Covid-19, prakti untuk kelas XII meneruskan ujian secara online.
Setelah Rapat Pleno online, tepat 2 Mei 2020 bersamaan dengan Hari Pendidikan Nasional, siswa kelas XII sebanyak 298 orang dari 8 kelas dinyatakan lulus 100 persen. Kelulusan yang digelar dengan cara yang beda. “Kok rasanya nggrantes ya kelulusan dan kebersamaan selama 3 tahun tak ada kenangan khusus, meski dalam keprihatinan , akhirnya lahirlah ide dengan wisuda online untuk menjawab rasa ini!” tambah Fitarini.

 

Lewat sebuah rekaman video berdurasi 14 menit 7 detik, kenangan itupun bisa dilihat dan dirasakan meski tak semua anak didik terlibat, hanya representasi dari mereka seperti Ketua Osis, aktifis ekstrakulikuler, dan tentunya Kepala Sekolah, Fitarini, Wali Kelas, serta Ketua Komite SMA N 2 Purworejo. Dibuka dengan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Video yang berisi konten all about SMA N 2 Purworejo, kegiatan ekstra kulikuler, tampilan sekolah dari rekaman Drone di angkasa, suara optimis, rasa bangga mengebor ilmu di sekolah tersebut selama 3 tahun bercampur haru dan suka cita.

 

“Anak-anakku jadilah generasi yang hebat, cerdas, pantang menyerah, sukses dalam jalur yang dipilih,” kata Fitarini dengan suara bergetar dan haru.
Motivasi tersebut disampaikan Fitarini secara online dalam video pelepasan siswa kelas XII yang dibuat sendiri oleh siswa-siswi SMAN 2 Purworejo.
Wisuda siswa kelas XII hanya diwakili dua orang siswa dan siswi. Fita secara simbolis mengalungkan medali kepada dua orang perwakilan siswa.

 

Dia menambahkan, untuk siswa kelas X dan XI tetap belajar di rumah secara online. “Pada 16 Maret 2020, saya tidak meliburkan siswa, mereka saya suruh masuk sekolah bergantian siswa kelas X dan XI. Saya memberi pengertian siswa bukan diliburkan tetapi belajar di rumah,” ungkap Fita.

 

Dirinya selalu mengingatkan para anak didik ke mana pun jangan lupa untuk selalu bersih diri tangan harus selalu bersih dengan sabun dan hand sanitizer sendiri. “Mereka bisa juga bisa membuat alternatif Hand sanitizer herbal , cukup daun sirih dan serai direbus. Bersih diri standart WHO juga selalu saya ingatkan,” tambahnya.

 

Siswa kelas XII akan mendapatkan surat keterangan lulus. Transkrip nilai pengganti ijazah bisa diambil setiap hari dibatasi 18 siswa, pengambilan dari pukul 13.00 – 15.00 untuk menghindari konsentrasi dan penumpukan siswa. “kami terapkan seperti anjuran pemerintah social distancing dan physical distancing untuk memutus penularan wabah covid-19!” kata Fitarini tegas.
Selamat dan sukses anak2ku… Kelulusan mrpkan langkah awal tuk menuju gerbang kesuksesan berikutnya.. doa kami smg kelancaran dan kemudahan akan sll kalian dptkan dlm meraih kesuksesan… Aamiin!…tulisan Kepala Sekolah itu dalam sebuah akun Facebook nya .(agam)

Post Author: Agam

Merupakan salah satu Reporter REVIENSMEDIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *