Apoteker Kompeten Dan Peluang Bisnis

Share Berita Ini!

Reviens Purworejo – Sebanyak 122 Apoteker berasal dari berbagai kota, Minggu (30/6) mengikuti seminar bertema “Kupas Tuntas Bisnis Kefarmasian” di Gedung Graha Siola Rumah Makan Bebek Goreng Dargo Purworejo. Seminar yang digelar oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Purworejo ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi para apoteker.

Mereka berdatangan dari Salatiga, Boyolali, Kebumen, Magelang, Sleman, Wonosobo, serta Jawa Barat dan Purworejo. Seminar dibuka oleh Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, SH, dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Purworejo dr Sudarmi MM dan Ketua IAI Purworejo, Drs Budi Santoso Apt MM, juga para Ketua Organisasi Profesi Kesehatan (IDI, PDGI, PAFI, PPNI, IBI, PPGI, IFI, PARI, PATELKI dan PERSAGI).

“Sebagai bentuk komitmen kami, Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo, terhadap profesi apoteker, pada tahun 2018 lalu kami telah buka 26 formasi apoteker untuk ditempatkan di puskesmas, hingga tahun 2019 ini 27 puskesmas yang memiliki apoteker.” kata Wakil Bupati kepada Reviens.

IAI yang pada tanggal 18 Juni 2019 berulang tahun yang ke -64 diharap bisa dijadikan momentum untuk mengevaluasi diri terkait pelayanan kefarmasian yang telah dilakukan oleh apoteker.

Vina Anggarini Apt MSc, Ketua Panitia Seminar, menyatakan bahwa apoteker harus selalu meningkatkan kompetensinya di bidang pelayanan kesehatan, khususnya di bidang pelayanan kefarmasian. seiring dengan perubahan paradigma pelayanan kefarmasian dari pelayanan drug oriented (berorientasi pada obat) ke patient oriented (berorientasi pada pasien).

“Tema ini sanat relevan dengan perkembangan jaman, dengan pertimbangan untuk menambah wawasan para farmasis terhadap dunia kewirausahaan serta memotivasi para farmasis ikut terlibat langsung dalam dunia kewirausahaan sebagai wirausahawan yang tangguh, sehingga dapat berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian di Purworejo,” tambah Vina.

Ada tiga pembicara yang sangat kompeten di bidangnya, yakni Drs. Partana Boedirahardja Apt SH MPH selaku pengurus PD IAI Jawa Tengah yang menyampaikan materi etika bisnis kefarmasian. Kemudian Nunu Nugraha (CEO Galenis Group, owner Apotek) mempresentasikan materi kupas tuntas bisnis kefarmasian, serta Veny Yudha Apriyani SSTP MH (Kasi Pengawasan dan Pengendalian Perizinan Dinas PMPTSP Purworejo) dengan materi Online Single Submission (OSS).

“Target seminar ini bertujuan untuk membuka cakrawala apoteker tentang peluang bisnis yang ada, memotivasi untuk mulai berwirausaha, memberi pengetahuan tentang cara membidik peluang bisnis, dan mengetahui tips-tips para usahawan untuk menghadapi permasalahan di bidang bisnis,” imbuh Vina.

Kepala Dinas Kesehatan Purworejo, dr Sudarmi menyampaikan, bahwa para apoteker disamping aktif melaksanakan pelayanan kefarmasian di rumah sakit, Puskesmas, klinik, dokter keluarga, maupun apotik yang merupakan salah satu Upaya Kesehatan Perseorengan (UKP), mereka sebagai anggota IAI juga diharapkan aktif mendukung pelaksanaan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM). Seperti penyuluhan dalam penggunaan obat yang benar sehingga Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) berjalan optimal.

Seminar yang berjalan interaktif ini dirangkai dengan Rakercab IAI Cabang Purworejo dengan agenda penyampaian program kerja pengurus 2018-2022. (agam)

Post Author: Agam

Merupakan salah satu Reporter REVIENSMEDIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *