Antisipasi Tingginya Tingkat KDRT, PPKH Kecamatan Bruno Adakan Sosialisasi Bersama Kantor Pengacara

Share Berita Ini!

Reviens Purworejo – Tingginya tingkat kekerasan dalam rumah tangga dan penelantaran anak, PPKH Kecamatan Bruno Gandeng Kantor Pengacara untuk Beri Sosialisasi “Aspek Hukum Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Penelantaran Anak” Ke Warga, senin (23/12/19) di desa Puspo, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo.

Dalam sosialisasi, PPKH Kecamatan Bruno bekerjasama dengan Kantor Pengacara Ady Putra Cesario, S.H & Rekan, Kantor Pengacara Egalite Lawfirm Yogyakarta dan Sekolah Hukum Indonesia.

Menurut petugas PPKH Kec. Bruno, Saeful Rizal, beliau mengkhawatirkan terjadinya KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) pada warganya. Kemudian Saeful Rizal juga menjelaskan, “Bruno merupakan daerah dengan tingkat pernikahan dini yang cukup banyak, dampaknya banyak anak-anak belum matang fisik maupun psikologisnya dipaksa untuk masuk pada dunia orang dewasa. Kemudian dalam aspek pendidikan dari pernikahan tersebut memaksa anak putus sekolah, karena harus konsen pada urusan rumah tangga. Oleh karena itu untuk meningkatkan Legal Knowledge atau pengetahuan hukum warganya saya sengaja bekerja sama dengan beberapa kantor pengacara untuk memberikan penjelasan aspek hukum KDRT dan Penelantaran anak”.

Agenda sosialisasi tersebut rupanya bukan hanya sekali diadakan di Bruno, melainkan sudah ketiga kalinya. Sosialisasi hukum dengan visi mewujudkan masyarakat sadar hukum juga diisi dengan nonton film motivasi bersama.

Ady Putra Cesario, S.H Pengacara  Kantor Hukum Ady Putra Cesario, S.H & Associates menjelaskan bahwa kantornya sering bekerjasama dengan Sekolah Hukum Indonesia dan Dinas maupun Kementerian terkait untuk memberikan edukasi soal hukum. Bahkan teamnya 2 bulan yang lalu baru saja balik dari Tour memberikan edukasi hukum di daerah Indonesia Timur (Makassar, Bau-Bau, Buton Tengah dan Wakatobi).

Beliau menambahkan bahwa hal tersebut sangatlah penting, tingkat pelanggaran pada masyarakat sangatlah tinggi, saat ini motonya mencegah lebih baik daripada mengobati. “Harusnya perkara – perkara di masyarakat bisa diselesaikan dengan hukum yang ada di dalamnya (hukum ada ) dan tidak mulu-mulu harus dibawa ke meja hijau. Namun hal tersebut bisa terwujud apabila masyarakat memiliki Legal Knowledge yang mumpuni dan caranya tidak lain dengan edukasi hukum seperti ini”, ungkapnya.

Diakhir sosialisasi Muhammad Yunu, FounderKantor Pengacara Egalite Yogyakarta menghimbau kepada warga Desa Puspo, Kecamatan Bruno bahwa hukum tidak hanya soal peraturan perundang-undangan. Kuncinya bisa membedakan hal yang patut dan tidak patut.

Beliau juga menambahkan mengedukasi anak sangatlah penting, karena anak memiliki fase tumbuh kembangnya sendiri dan hal tersebut jangan sampai terlewatkan. Sangatlah penting dan dampaknya cukup panjang terutama untuk masa depan anak. Dari agenda edukasi ini diharapkan tidak hanya sampai di sini saja namun bisa terus diagendakan diberbagai daerah di Indonesia.(Ac)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *